Curhat Luhut, dari Jadi Prajurit hingga Wejangan Gus Dur...

Kompas.com - 10/04/2020, 11:52 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020).

Dia menyayangkan, di tengah kondisi negara saat ini, masih ada oknum yang bertindak dan berucap untuk memperkeruh keadaan dengan menyerang secara personal.

Luhut pun juga tidak berniat untuk membungkam kritik kepada dirinya. Baginya, kritik adalah motivasi.

Dia berpendapat, kalimat yang terlontar Said Didu kepada dirinya merupakan bentuk tuduhan. Oleh sebab itu, Luhut pun memutuskan untuk melanjutkan tuntutannya ke jalur hukum.

"Semua tuduhan kepada pribadi seseorang tentu juga akan memgenai sisi paling privat dari orang itu. Ini pula yang kemudia dirasakan oleh keluarga dan orang-orang terdekat saya. Mereka merasa yang hari ini terjadi sudah kelewat batas dan bukan contoh yang baik bagi pendidikan moral dan pendewasaan generasi penerus bangsa yang besar ini, terutama dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat," katanya.

Baca juga: Luhut Dukung Langkah Pemda Terapkan PSBB

Beberapa waktu lalu, Said Didu diwawancarai Hersubeno Arief dalam video di YouTube berdurasi 22 menit. Video itu diberi judul "Luhut: Uang, Uang dan Uang".

Dalam video tersebut, Said Didu menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak menangani wabah Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Said Didu mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan masalah kesejahteraan rakyat umum dan hanya mementingkan legacy. 

Said Didu menyebutkan bahwa Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak “mengganggu” dana untuk pembangunan IKN baru dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X