PSBB Diterapkan, Pergerakan Pesawat di Bandara Soeta dan Halim Turun

Kompas.com - 13/04/2020, 13:11 WIB
Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOTerminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan sejak 10 April 2020 di DKI Jakarta, membuat operasional penerbangan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta) mengalami penyesuaian.

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat pergerakan pesawat di Soekarno-Hatta pada 10 April sebanyak 328 pergerakan atau turun 3,24 persen dibandingkan dengan 9 April sebanyak 339 pergerakan pesawat.

Sementara itu pada 11 April, jumlah pergerakan pesawat tercatat sebanyak 253 pergerakan atau turun 22,86 persen dibandingkan dengan 10 April.

Baca juga: Imbas Virus Corona, 11 Bandara Ini Persingkat Jam Operasional

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan penurunan jumlah penerbangan menandakan maskapai dan masyarakat telah memahami dan mematuhi berlakunya PSBB DKI Jakarta.

“Jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta mengalami penurunan dengan load factor pesawat diperkirakan juga tidak lebih dari 50 persen seiring dengan PSBB yang memang dipatuhi warga Jakarta,” kata Awaluddin melalui siaran resmi, Senin (13/4/2020).

Awaluddin juga mengatakan, penerbangan lebih banyak dioperasikan di rute domestik, dan sangat sedikit untuk di rute internasional seiring dengan pandemi global Covid-19.

Hal yang sama juga terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma, dimana pada 10 April tercatat ada 75 pergerakan pesawat atau turun 20,21 persen dibandingkan dengan periode 9 April yang sebanyak 95 pergerakan.

Sementara itu, pada 11 April tercatat hanya ada 53 pergerakan pesawat atau turun 29,33 persen dibandingkan dengan 10 April.

“Penerbangan memang mengalami penurunan, namun di sisi lain hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seiring dengan berlakunya PSBB,” jelas dia.

Baca juga: Ada PSBB Jakarta, Bagaimana Operasional Bandara Soetta dan Halim?

Lebih lanjut, Awaluddin menuturkan operasional penerbangan yang masih memiliki jam terbang padat adalah penerbangan kargo. Hal ini mengingat distribusi kebutuhan bantuan dan alat medis dilakuakan dengan penerbangan kargo.

“Penerbangan kargo dibutuhkan untuk mengangkut alat-alat medis dan berbagai bantuan. Untuk hari ini ada 3 penerbangan kargo di Soekarno-Hatta,” jelasnya.

Saat ini PT Angkasa Pura II menetapkan stasus Minimum Operation di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Ini berarti bandara melakukan penyesuaian pola operasional dengan optimalisasi fasilitas sesuai dengan lalu lintas pesawat dan penumpang pesawat.

Status Minimum Operation juga membuat personel operasional di bandara dapat menerapkan konsep kerja dari rumah (work from home/WFH) sehingga menurunkan risiko terpapar Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X