IMF Sebut 100 Negara Sudah Ajukan Permintaan Dana Talangan

Kompas.com - 16/04/2020, 15:26 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

HONG KONG, KOMPAS.com - Separuh negara-negara di dunia disebut telah mengajukan bantuan bail out kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghadapi risiko krisis keuangan yang disebabkan pandemi virus corona (Covid-19).

Dikutip dari CNN, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, ada 100 negara di dunia yang telah mengajukan bantuan darurat kepada organisasi internasional tersebut.

Hal itu dia ungkapkan dalam pertemuan tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota G20 pada Rabu (15/4/2020).

Baca juga: HGU Lahan di RUU Cipta Kerja Jadi 90 Tahun, Lebih Lama dari Aturan Zaman Kolonial

Georgieva mengatakan, IMF siap untuk menggelontorkan anggaran sebesar 1 triliun dollar AS untuk memberikan bantuan pinjaman. Dia pun menekankan, saat ini sudah ada 10 negara yang telah mendapatkan dana bantuan darurat, dan separuh dari sisa negara yang belum mendapatkan alokasi bantuan akan menerima dananya pada akhir April 2020.

Komentar Georgieva tersebut diungkapkan setelah IMF telah memberi peringatan mengenai resesi ekonomi global yang leboh parah dari Depresi Global pada tahun 1930-an. IMF mengatakan, pemerintah serta pembuat kebijakan di bidang kesehatan harus bekerja sama untuk menekan dampak virus corona yang jauh lebih buruk.

"Semuanya telah siap dan sesuai dengan kemampuan kami," ujar Georgieva.

Dia pun meminta bank sentral di seluruh dunia untuk menggelontorkan kemampuan mereka sebaik mungkin dengan catatan menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam proses penanganan krisis.

Baca juga: Imbas Corona, Penjualan BBM Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, pimpinan IMF tersebut mengatakan, organisasi keuangan dunia itu mengaku memiliki kemampuan untuk mengatasi kondisi sulit dan memberi bantuan kepada negara-negara yang mencari dana talangan.

"Namun, kami meminta satu hal, tolong bayar upah dokter dan perawat Anda, pastikan sistem kesehatan Anda berfungsi, dan lindungi orang-orang yang rentan," ujar Georgieva.

Baca juga: Kursus Program Kartu Prakerja: Pelatihan Ojek Online Rp 1 Juta, Perlu?

Sebelumnya, IMF sempat menyatakan Produk Domestik Bruto (PDB) global akan mengalami kontraksi hingga -3 persen pada 2020. Angka tersebut jauh lebih buruk dari krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008.

Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut juga berbalik 180 derajat dari prediksi Januari 2020 yang tumbuh hingga 3,3 persen.

IMF pun mengatakan, ada risiko resesi akan berlangsung lebih lama hingga 2021 bila para pembuat kebijakan gagal melakukan koordinasi global dalam proses penanganan virus.

Baca juga: Ini Pemborong Global Bond Jumbo Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Whats New
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.