Antisipasi Kredit Bermasalah, 111 Anggota AFPI Sudah Melapor ke Fintech Data Center

Kompas.com - 27/04/2020, 21:30 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat terdapat 111 penyelenggara fintech peer-to-peer (P2P) lending yang menyampaikan data harian ke Fintech Data Center (FDC) untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.

Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah mengatakan dengan menyampaikan data ke FDC, hal itu akan sangat membantu para penyelenggara Fintech Peer to Peer (P2P) Lending lainnya untuk mengantisipasi pinjaman bermasalah.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi khususnya kepada para anggota AFPI yang telah menyampaikan data hariannya ke FDC karena dapat mendeteksi dan mencegah calon nasabah melakukan peminjaman berlebih di banyak platform fintech P2P lending dalam waktu bersamaan, serta mengetahui profil risiko peminjam,” ujarnya dalam siaran resmi yang diterima Kompas.com, Senin (27/4/2020).

Baca juga: UMKM Ingin Ajukan Keringanan Kredit ke Fintech? Ini Kriterianya

Ia menambahkan saat ini FDC dikelola secara independen oleh AFPI untuk kepentingan para penyelenggara fintech lending yang legal tersebut.

Dengan semakin banyaknya penyelenggara fintech lending menyampaikan datanya ke FDC, maka kuantitas data yang dikelola oleh FDC menjadi semakin lengkap menggambarkan transaksi di industri fintech lending.

Berdasarkan data FDC, wabah Covid-19 ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyaluran pinjaman baru melalui fintech lending.

Saat ini, terjadi penurunan jumlah pengecekan data FDC sebanyak 20 persen dibandingkan di saat sebelum Covid-19 mulai.

Sejak Januari 2020, total pengecekan data FDC sampai saat ini telah tercatat lebih dari 15 juta kali, dengan rata-rata sekitar 140.000 pengecekan data setiap harinya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X