Akibat Corona, Jumlah Penduduk Miskin RI Bisa Capai 37,9 Juta Orang

Kompas.com - 05/05/2020, 12:53 WIB
Warga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada Maret 2019 adalah 3,47 persen atau sebesar 365,55 ribu orang. Saat ini pemerintah DKI Jakarta melakukan pilot project di beberapa wilayah dengan mengutamakan program KJP, Kesehatan, dan Pendidikan yang ditargetkan dapat mengurangi kemiskinan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada Maret 2019 adalah 3,47 persen atau sebesar 365,55 ribu orang. Saat ini pemerintah DKI Jakarta melakukan pilot project di beberapa wilayah dengan mengutamakan program KJP, Kesehatan, dan Pendidikan yang ditargetkan dapat mengurangi kemiskinan.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Centre of Reform on Economics (Core) Indonesia memproyeksi bakal ada lonjakan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pasalnya, pandemi virus corona (Covid-19) telah mematikan banyak kegiatan usaha dan mengakibatkan lapangan kerja hilang dalam jumlah besar.

Bahkan Core memproyeksi, untuk skenario sangat berat, risiko pertambahan penduduk miskin bisa mencapai 12,2 juta orang, dengan asumsi penyebaran Covid-19 tak lagi terbendung dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan secara masif baik di Jawa dan Luar Jawa dengan standar sangat ketat.

"Total jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berdasarkan skenario ini menjadi 37,9 juta orang, atau 14,35 persen dari total penduduk Indonesia," kata Core seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: Pemerintah Tunda Kedatangan 500 TKA hingga Covid-19 Usai

Adapun untuk skenario berat, Core memperkirakan jumlah pertambahan penduduk miskin berpotensi mencapai 5,1 juta orang, dengan asumsi penyebaran Covid-19 akan semakin luas pada bulan Mei 2020, tetapi tidak sampai memburuk sehingga kebijakan PSBB hanya diterapkan di wilayah tertentu di pulau Jawa dan satu dua kota di luar pulau Jawa.

Total jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berdasarkan skenario ini menjadi 30,8 juta orang, atau 11,7 persen dari total penduduk Indonesia.

Pada skenario lebih berat, potensi pertambahan penduduk miskin mencapai 8,25 juta orang, dengan asumsi penyebaran Covid-19 lebih luas lagi dan kebijakan PSBB diberlakukan lebih luas di banyak wilayah di pulau Jawa dan beberapa kota di luar pulau Jawa.

Baca juga: BPS: Ekonomi RI Tumbuh 2,97 Persen di Kuartal I

Total jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berdasarkan skenario ini menjadi 33,9 juta orang, atau 12,8 persen dari total penduduk Indonesia.

"Anjloknya pertumbuhan ekonomi serta penerapan restriksi sosial dan mobilitas di berbagai wilayah sebagai akibat pandemi Covid-19, tidak hanya berpotensi mengakibatkan hilangnya lapangan kerja dalam jumlah besar, tetapi juga meningkatkan kemiskinan secara masif," ujar Core.

Core menilai potensi lonjakan jumlah penduduk miskin sangat beralasan mengingat begitu banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat kesejahteraan mendekati batas kemiskinan, walaupun tidak berada di bawah garis kemiskinan.

Baca juga: Shopee: Pakde Didi Kempot Selalu Hangat dan Ceria...

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X