BPS: Ekonomi RI Tumbuh 2,97 Persen di Kuartal I

Kompas.com - 05/05/2020, 12:35 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018) KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020. Dalam rilisnya, ekonomi RI tumbuh 2,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan terkontraksi 2,41 persen secara kuartalan.

"Dengan berbagai fenomena di kuartal I 2020, makan PDB Indonesia atas dasar harga konstan pada kuartal I 2020 Rp 2.703 triliun dan atas dasar harga berlakunya Rp 3.122 triliun. Tumbuh 2,97 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Selasa (5/5/2020).

Suhariyanto menyebut, pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020 melambat cukup dalam dari 5,07 persen pada kuartal I 2019.

Baca juga: Terdampak Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi Uni Eropa Minus 3,8 Persen

Menurut pengeluaran, semua komponen mengalami kontraksi terhadap kuartal IV 2019. Konsumsi pemerintah terkontraksi 44,02 persen, impor -11,89 persen, PMTS -7,89 persen, dan ekspor -6,37 persen.

"Namun, struktur pertumbuhan ekonomi tidak berubah. PDB masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan PMTB atau investasi," ujarnya.

Pada kuartal I 2020, konsumsi rumah tangga tumbuh 2,84 persen. Meski tumbuh, pertumbuhan melambat cukup dalam dibanding kuartal I 2019 sebesar 5,02 persen.

Komponen dalam konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh adalah kesehatan. Sementara yang melambat adalah konsumsi makanan dan minuman dari 5,32 persen menjadi 5,1 persen.

"Sebaliknya yang terkontraksi adalah konsumsi pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan serta komponen transportasi dan komunikasi," ujar Suhariyanto.

Baca juga: Terburuk Selama 12 Tahun, Ekonomi AS Minus 4,8 Persen di Kuartal I

Komponen yang terkontraksi lainnya adalah penjualan eceran sebesar 2,22 persen dari kuartal I 2019 sebesar 8,7 persen, penjualan homesale untuk mobil penumpang kontraksi 4,51 persen, dan penjualan sepeda motor terkontraksi 17,25 persen.

Untuk PMTB pada kuartal I 2020 masih tumbuh 1,70 persen, melambat dari 5,03 persen pada kuartal I 2019. Beberapa komponen yang melambat adalah bangunan dari 5,48 persen menjadi 2,74 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah masih tumbuh 3,74 persen, meski melambat dibanding kuartal I 2019 sebesar 5,22 persen. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, yakni pertumbuhan realisasi belanja bantuan sosial, belanja pegawai, dan belanja barang karena diputuskan untuk diefisiensikan.

"Dengan demikian, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020, yang pertama tetap diduduki oleh konsumsi rumah tangga di mana menyumbang 1,56 persen dari PDB, dan PMTB menyumbang 0,56 persen," pungkas pria yang kerap disapa Kecuk ini.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh 4,7 Persen, Kok Bisa?



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X