Sarinah, Mal Tertua Indonesia yang Sempat Berjaya di Masanya

Kompas.com - 10/05/2020, 11:21 WIB
Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. sarinah.co.idGedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gedung Sarinah yang berada di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, tengah jadi perhatian publik menyusul tutupnya McD. Belakangan diketahui, tutupnya restoran cepat saji tersebut karena ada renovasi besar-besaran dari pemilik gedung, PT Sarinah (Persero).

Menyandang status sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah sempat berjaya di tahun-tahun awal berdirinya. Gedung Sarinah dibangun sebagai etalase produk dalam negeri sekaligus tempat berbelanja kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

Gedung tersebut selesai dibangun dan diresmikan pada 15 Agustus 1966. Sarinah dikelola oleh PT Department Store Indonesia yang kini berganti nama menjadi PT Sarinah (Persero). BUMN ini bergerak di sektor perdagangan, penyewaan ruang, hingga money changer.

Gedung Sarinah memiliki tinggi 74 meter yang terdiri dari 15 lantai, menjadikannya sebagai bangunan pencakar langit pertama di Indonesia. Sebagai pusat perbelanjaan modern pertama, membuat Sarinah saat itu langsung jadi ikon berbelanja di Jakarta.

Baca juga: Erick Thohir: Sarinah Proyek Pak Soekarno yang Luar Biasa...

Pengunjungnya sangat banyak saat baru diresmikan, mengingat antusiame masyarakat pada pusat perbelanjaan modern yang saat itu masih sangat asing di Indonesia.

Namun saat ini, seolah menua oleh zaman dan semakin banyaknya mal-mal yang mengepung Jakarta, pusat perbelanjaan di dalam Gedung Sarinah relatif sepi dari pengunjung meski berada di lokasi yang sangat strategis. Tak banyak pengunjung yang hilir mudik di pusat berbelanjannya.

Ramainya pengunjung lebih sering terlihat di lantai yang ditempati tenant-tenant seperti restoran dan restoran cepat saji hingga tempat karaoke. Bahkan di lantai 3 dan 4 yang jadi etalase produk-produk UKM, sepinya pengunjung sangat terasa.

Mal tertua di Indonesia dibangun sebagai salah satu proyek mercusuar Presiden Soekarno saat itu selain pembangunan Monas, GBK, Hotel Indonesia, dan bangunan-bangunan megah lain selama rezim Orde Lama. Gedung tersebut selesai dibangun dan diresmikan pada 15 Agustus 1966. 

Baca juga: Sejarah Gedung Sarinah, Dibangun Soekarno dari Pampasan Perang Jepang

Proyek-proyek besar di era Bung Karno banyak dibiayai dana dari pinjaman Uni Soviet dan dana pampasan perang Jepang sebagai konsekuensi atas penjajahan di Indonesia setelah kalah di Perang Dunia II dari Sekutu.

Kegelisahan Erick Thohir

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyebut kalau Sarinah perlu melakukan pembenahan agar bisa bertahan di tengah persaingan yang semakin sengit, apalagi dengan semakin masifnya tren berbelanja online.

"Saya berkunjung ke Sarinah kemarin, selain mencari beberapa barang untuk isi kantor, saya ingin melihat langsung proses bisnis dan juga kondisi Sarinah saat ini," kata Erick sebagaimana dikutip dari akun Instagramnya pada akhir tahun 2019 lalu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X