Usaha Rintisan Mountrash Ajak Masyarakat Olah Sampah Menjadi Uang

Kompas.com - 11/05/2020, 15:28 WIB
ilustrasi sampah plastik PIXABAY/MatthewGollopilustrasi sampah plastik

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi usaha rintisan ( startup) di bidang pengelolaan sampah, Mountrash, memberikan peluang untuk masyarakat agar tetap bisa mendapatkan penghasilan dari sampah.

Aplikasi pengelolaan sampah Mountrash merupakan besutan dari PT Mountrash Avatar Indonesia. Mountrash sudah dapat diunduh pengguna mulai Oktober 2019 dan terus melakukan pembaharuan untuk memudahkan pengguna atau user.

Chief Executive Officer Mountrash Gideon Widjaja Ketaren mengatakan bahwa wabah corona of disease 2019 (Covid-19) telah menurunkan aktivitas perekonomian. Tidak sedikit karyawan yang dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga: 3 Startup Ini Luncurkan Gerakan Dukung Merek Lokal

"Masyarakat dapat mengunduh aplikasi Mountrash terlebih dahulu di Playstore. Kemudian mengumpulkan sampah dan rongsokan di rumahnya, seperti botol plastik, kardus, dan lainnya. Kemudian melalui aplikasi itu, sampah itu dijual dan dapat dikonversikan dalam nilai uang tertentu sesuai dengan jenis dan banyaknya sampah," katanya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2020).

Gideon menambahkan bagi para pekerja yang terkena PHK dan ingin mendaftar Kartu Prakerja, bisa menukarkan sampah dengan kuota internet melalui aplikasi Mountrash sehingga bisa memperlancar aktivitas pendaftaran Kartu Prakerja.

"Jadi kami secara tidak langsung mendukung solusi mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Mountrash menjadi bagian dari solusi bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan, termasuk bersinergi dengan Kartu Prakerja dan manajemen pengeloaan sampah secara digital,” ujar dia.

Menurutnya, aktivitas bekerja dari rumah (work from home/WFH) di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah meningkatkan volume sampah rumah tangga.

Peningkatan jumlah sampah rumah tangga itu, kata dia, dapat menjadi peluang bagi semua pihak untuk menambah penghasilan melalui aplikasi Mountrash.

Gideon menjelaskan bahwa semua jenis sampah, seperti plastik, kardus, kertas, besi, kaca, dan lainnya yang dapat didaur ulang dapat dikonversikan menjadi uang melalui Mountrash.

Pengguna internet hanya perlu membuka Playstore, kemudian memasukkan nomor telepon seluler, memilih fitur jual (dengan memasukkan item barang yang dijual, misal sampah plastik dan kardus.

Selanjutnya, pilih sent data tersebut sampai muncul barcode dan screenshot barcode untuk dikirim melalui nomor WhatsApp Mountras 082210108789. Selanjutnya, Mountras akan melakukan penjemputan sampah tersebut.

"Setelah dijemput dan barcode discan petugas kami, maka saldo Anda bertambah dan bisa lanjut isi kuota untuk mendaftar Kartu Prakerja, Zooming buat meeting, belajar, WFH, atau aktivitas lainnya," ujarnya.

Sepudin Zuhri, pemilik Alala Recycling, pengolahan sampah plastik jenis polyethylene terephtalate (PET) di Kabupaten Bogor, menilai bahwa terjadi pergeseran lokasi sampah selama pandemi Covid-19 karena terjadi perubahan aktivitas, yaitu tetap tinggal di rumah atau bekerja dari rumah.

"Saat kondisi normal, sampah plastik banyak berasal dari perkantoran, mal, restoran, hotel, dan lainnya. Namun, sekarang banyak perkantoran yang tutup karena bekerja dari rumah sehingga sampah plastik justru banyak berasal dari rumah tangga," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X