Kuartal I Tahun 2020, BNI Raup Laba Bersih Rp 4,25 Triliun

Kompas.com - 19/05/2020, 16:59 WIB
Logo BNI. Shutterstock/RafapressLogo BNI.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada kuartal I tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,25 triliun atau naik 4,3 persen Year on Year / YoY dibanding kuartal I 2019 sebesar Rp 4,08 triliun.

Di sisi lain, pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,2 persen YoY menjadi total Rp 579,60 triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp 521,35 triliun. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, pinjaman tumbuh 4,1 persen Year to Date / YtD.

Dari penyaluran kredit tersebut, BNI membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 9,54 triliun atau meningkat 7,7 persen YoY dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 8,86 triliun.

Baca juga: Ramadhan, BNI Siapkan Uang Tunai Rp 10,24 Triliun Per Minggu

Sementara itu, perolehan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) naik sebesar 10,4 persen YoY, yaitu dari Rp 575,75 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 635,75 triliun pada kuartal I 2020.

“Dengan pertumbuhan DPK yang baik ini, BNI memiliki likuiditas yang sehat dengan loan to deposit ratio (LDR) BNI pada kuartal I 2020 tercatat sebesar 92,3 persen,” kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan melalui video converence, Selasa (19/5/2020).

Meskipun total pinjaman mengalami kenaikan, namun dampak Covid-19 membuat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) naik dari 2,3 persen di tahun 2019, menjadi 2,4 persen pada 2020.

Putrama mengatakan, ke depan BNI akam fokus dalam mengantisipasi potensi tekanan pada likuiditas. Hal itu dipengaruhi oleh adanya penundaan pembayaran angsuran pokok dan pembayaran bunga dari debitur akibat Covid-19, serta tekanan capital outflow dan potensi melemahnya ekspor.

Baca juga: Simak, Ragam Promo dari BNI Belanja dari Rumah selama Ramadhan

Dalam kondisi yang sangat menantang seperti ini, likuiditas BNI akan tetap dikelola secara prudent, seperti tecermin pada indikator atau rasio-rasio likuiditas yang seluruhnya telah sesuai dengan ketentuan regulator dan risk appetite internal.

“Langkah-langkah penting yang dilakukan BNI selama kuartal I 2020 terutama difokuskan pada penyelamatan aset paling penting perusahaan, yaitu pegawai, agar tetap sehat dan terhindar dari terpaan virus corona,” ungkap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X