Lewat Celemek dan Masker, Nadjani Bertahan di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 10/06/2020, 17:32 WIB
Ilustrasi masker kain Bill RoqueIlustrasi masker kain

Ia menyebut dari total jumlah celemek yang ia jual sebanyak 1.300 buah, semuanya lenyap terjual hanya dalam waktu 2 hari.

Kedua, lanjut dia, harus terus berinovasi. Nadya mengatakan semenjak pemerintah sudah mewajibkan masyarakat menggunakan masker, terbesitlah idenya untuk membuat dan menjual masker kain yang motifnya beragam.

Baca juga: Ingin Mulai Bisnis Fashion Muslim, Perhatikan 3 Hal Ini Dulu

Masker tersebut dia jual secara online, tidak menunggu beberapa jam saja, maskernya habis diburu pembeli.

"Masker saya pun juga banyak yang nyari, bayangkan saja, dari 2.000 produk masker yang saya buat, hanya dalam waktu 2 menit saja saya iklankan di Tokopedia, sudah langsung terjual habis," jelasnya.

Lalu tips yang ketiga, kata dia, harus gencar membuat promo. Seperti biasanya dengan membuat promo bisa menggaet keinginan masyarakat untuk berbelanja.

Nadya juga mendorong para pegiat usaha lokal lainnya khususnya yang berada di industri fahsion muslim untuk bisa berjuang, berinovasi dan melihat peluang agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Jangan pantang menyerah, teruslah berinovasi, dan liihatlah peluang sekecil apapun itu. Kita harus terus berjuang di new normal ini," pungkas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X