KoinWorks Gandeng Mandiri Manajemen Investasi untuk Kelola Dana Pemberi Pinjaman

Kompas.com - 11/06/2020, 08:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - KoinWorks menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi untuk pengelolaan dana pemberi pinjaman (lender) yang secara otomatis diinvestasikan ke instrumen pasar modal Reksa Dana Mandiri Investasi Pasar Uang 2.

CEO & Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono mengatakan, KoinWorks ingin menjadikan momen kerja sama ini untuk mendorong pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia yang dimulai dari para penggunanya.

“Kami percaya bahwa selain menawarkan alternatif pendanaan di sektor produktif, pertumbuhan investor di pasar modal yang dapat dilihat dari pertumbuhan kepemilikan Single Investor Identification (SID) di Indonesia juga perlu ditingkatkan untuk mendorong perwujudan inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: KoinWorks Dapat Pendanaan Rp 149 Miliar dari Perusahaan Inggris

Benedicto juga mengatakan melalui kerjasama ini bisa memungkinkan para lender KoinWorks bisa menjadi investor pasar modal hanya dengan menggunakan satu platform keuangan.

Nantinya, saldo kas pemberi pinjaman lender yang tersedia akan diinvestasikan dalam bentuk instrumen reksadana Mandiri Investasi Pasar Uang 2 dan disimpan dan dicatat oleh Bank Kustodian terpercaya yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemilihan instrumen Reksa Dana jenis pasar uang ini juga dilakukan untuk memberi stimulasi ketertarikan lender menjadi investor pada instrumen pasar modal atau reksadana jenis lain.

"Hal ini juga sejalan dengan komitmen KoinWorks untuk dapat terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia," katanya.

Sementara itu Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa mengatakan kolaborasi ini sangat disambut dengan baik.

"Produk Reksa Dana ini sangat inovatif dikarenakan likuiditasnya yang sangat tinggi dengan waktu transaksi T+0 atau same day settlement sehingga pencairan bisa dilakukan di hari yang sama," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Whats New
Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Whats New
Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.