Awali Pekan, Rupiah dan IHSG Pagi Melemah

Kompas.com - 22/06/2020, 09:43 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.com/ThamKCIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Senin (22/6/2020) mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.20 WIB rupiah berada pada level Rp 14.145 per dollar AS atau melemah 45 poin (0,32 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.100 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah mendapatkan tekanan seiring isu penyebaran virus Covid-19 yang terus meningkat pada kawasan yang telah membuka ekonominya.

“Berita penyebaran wabah virus Covid-19 yang terus meningkat seperti di AS, Jerman dan Tiongkok sepanjang akhir pekan bisa menjadi sentimen negatif ke aset berisiko hari ini,” jelas Ariston kepada Kompas.com, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Menurut dia, ketiga negara yang membuka kembali perekonomian dan meenunjukkan peningkatan jumlah kasus akan berpengaruh pada asset berisiko.

“Sentimen negatif ini bisa memicu juga pelemahan rupiah sebagai salah satu aset berisiko,” jelasnya.

Ariston memproyeksikan rupiah berpotensi melemah terhadap dollar AS, resisten pada level Rp 14.200 per dollar AS, dengan support pada kisaran Rp 14.050 per dollar AS.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini juga dibuka pada zona merah.

Melansir data RTI, pukul 09.11 WIB, IHSG berada pada level 4.939,80 atau turun 3,36 poin (0,05 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 4.942,27.

Sebanyak 133 saham melaju di zona hijau dan 149 saham di zona merah. Sedangkan 158 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 594,84 miliar dengan volume 702,85 juta saham.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan,  IHSG hari ini tertekan sentimen kekhawatiran akan gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Peningkatan kasus di Amerika dan negara Afrika menimbulkan kekawatiran second wave, ketika ekonomi aktif kembali, banyak infeksi yang memudarkan harapan pemulihan ekonomi,” kata Hans, Sabtu (20/6/2020).

Baca juga: Simak Rekomendasi Saham Hari Ini



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Whats New
Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

Whats New
Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Whats New
Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Whats New
Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Whats New
Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Whats New
Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Rilis
Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Whats New
Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Whats New
Vaksinasi Drive Thru Bagi Lansia Resmi Beroperasi di JIExpo Kemayoran

Vaksinasi Drive Thru Bagi Lansia Resmi Beroperasi di JIExpo Kemayoran

Whats New
Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Whats New
Bank Victoria Siapkan Modal Inti Rp 3 Triliun di 2022 dan Bangun Bisnis Digital

Bank Victoria Siapkan Modal Inti Rp 3 Triliun di 2022 dan Bangun Bisnis Digital

Whats New
Prihatin dengan Kondisi Industri Timah Indonesia, Mind Id Berkomitmen Patuhi Peraturan

Prihatin dengan Kondisi Industri Timah Indonesia, Mind Id Berkomitmen Patuhi Peraturan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X