Kompas.com - 22/06/2020, 08:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com– Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak negatif. Akhir pekan lalu IHSG ditutup mengaut 0,35 persen pada level 4.942,27.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG hari ini tertekan sentimen kekhawatiran akan gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Peningkatan kasus di Amerika dan negara Afrika menimbulkan kekawatiran second wave, ketika ekonomi aktif kembali, banyak infeksi yang memudarkan harapan pemulihan ekonomi,” kata Hans, Sabtu (20/6/2020).

Baca juga: Dirut Krakatau Steel Lepas Seluruh Saham KRAS Miliknya

Selain itu, sentimen negatif juga muncul dari pernyataan Chairman Federal Reserve, Jerome Powell dan Ekonom IMF, Gita Gopinath terkait dengan data ekonomi.

“Data penjualan ritel membaik membuat optimisme pasar, tetapi ketika angka pengguran di bawah harapan, membawa sentimen negatif bagi pasar. Perkembangan data ekonomi juga sangat mempengaruhi pergerakan pasar saham,” jelas Hans.

Di samping itu, saat ini pasar menanti stimulus besar-besaran dari Uni Eropa yang diperkirakan turun pada bulan Juli. Masalah geopolitik Asia seperti Korea Utara dan Korea Selatan, serta India dan China yang terus memanas, menjadi perhatian pelaku pasar.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan penutupan IHSG akhir pekan dengan net sell asing yang membesar, dan beberapa saham mengalami penurunan drastis saat penutupan perdagangan menunjukkan pasar berada dalam masa jenuh.

“Gambaran (akhir pekan lalu), pasar memasuki masa jenuh dan lebih rawan koreksi. Indikator MACD histogram menuju ke bawah garis 0, mengindikasikan penurunan (di awal pekan),” kata William.

William memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran 4.884 sampai dengan 5.000.

Baca juga: Betah di Zona Hijau, IHSG Akhir Pekan Ditutup Positif

Berikut rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini, antara lain :

1. Panin Sekuritas
KBLI rekomendasi buy 384 sampai dengan 390, TP 400– 420, stop loss <364.
SCMA rekomendasi buy and hold > 960, TP 1.090 – 1.150.
UNTR rekomendasi buy on breakout 18.850, TP 21.000, stop loss <15.700.

2. Artha Sekuritas
JPFA rekomendasi buy 1.200 sampai dengan 1.250, TP 1.300 - 1.340, stop Loss 1.150.
SCMA rekomendasi buy 950 sampai dengan 975, TP 1.020 - 1.050, stop Loss 930.
TLKM rekomendasi buy 3.170 sampai dengan 3.220, TP 3.350 – 3.400, stop Loss 3.140

3. Anugrah Mega Investama
ANTM rekomendasi buy back jika break 660, TP 580 - 560.
HOKI rekomendasi buy back jika break 705, TP 580 - 560.
RALS rekomendasi buyback jika bereak 670, TP 590 - 560.

Baca juga: Telkom Bagikan Dividen Rp 15,26 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke  Jepang

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke Jepang

Whats New
Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Spend Smart
Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Whats New
Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Whats New
Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Whats New
BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

Whats New
5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

Whats New
Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Whats New
Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Whats New
Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Whats New
Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Whats New
Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Whats New
BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.