Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Kompas.com - 05/07/2020, 15:17 WIB
Ilustrasi Inggris. ThinkstockIlustrasi Inggris.

"Hal ini membuat kian sulit bagi bank untuk menyerap kerugian jika terjadi kredit macet. Untuk itu, mereka jadi kian berhati-hati dalam memberikan kredit, keinginan untuk menstimulasi ekonomi justru tidak terjadi," jelas Gregson.

Kehati-hatian ini memiliki efek samping buruk lainnya. Karena bank hanya memberikan kredit ke pihak-pihak dengan risiko rendah,artinya, pihak-pihak yang tengah mengalami kesulitan justru kehilangan akses untuk bisa mendapatkan uang tunai.

Selain itu, suku bunga negatif juga akan merugikan para pensiunan yang hidup dari uang di tabungannya.

Selain itu, menurut Direktur Investasi Rathbones Jane Sydenham menilai akan sangat sulit bagi bank untuk menjelaskan konsep suku bunga negatif kepada nasabahnya.

"Sulit untuk memberi tahu orang-orang bahwa mereka akan mendapatkan bunga negatif pada tabungan mereka. Itu tidak terasa enak dan berpotensi menyebabkan orang menarik uang dari bank, yang bisa membawa pada risiko pencurian hingga kebakaran," ujar dia.

Baca juga: Dalam 2 Hari, 12.000 Pekerjaan Lenyap di Inggris

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X