Juni 2020, Jumlah Agen Pegadaian Naik 34,68 Persen

Kompas.com - 11/07/2020, 13:52 WIB
Pegadaian KOMPAS/HERU SRI KUMOROPegadaian

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pegadaian (Persero) mencatat jumlah agen hingga Juni 2020 sebanyak 25.435 atau tumbuh signifikan sebesar 34,68 persen dibandingkan periode yang sama pada Juni 2019 sebanyak 18.885 agen.

Dengan pertumbuhan jumlah agen tersebut, masyarakat semakin mudah mengakses produk dan layanan Pegadaian. Pertumbuhan jumlah agen pegadaian yang signifikan tersebut menjadi salah satu fondasi Pegadaian meraih kinerja yang berkelanjutan.

"Pegadaian telah memiliki fondasi yang kuat dalam menjaga sustainibilitas kinerja perusahaan, salah satunya dengan terus meningkatkan jumlah agen Pegadaian. Sekarang kami memiliki sebanyak 25.435 agen terdaftar dimana 10.385 di antaranya aktif yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Sabtu (11/7/2020).

Baca juga: Pegadaian Beri Keringanan Bunga 0 Persen, Simak Ini Syaratnya

Kuswiyoto menjelaskan sejumlah strategi dilakukan Pegadaian untuk memacu jumlah agen yang menjadi perpanjangan tangan perseroan dalam memasarkan produk dan layanan.

Keagenan ini merupakan program ekspansi bisnis selain mengoptimalkan 4.113 outlet yang telah dimiliki perseroan.

Kuswiyoto menyatakan bahwa sebelumnya agen Pegadaian merupakan perorangan yang telah melakukan kerja sama dan menjadi perpanjangan tangan perseroan untuk memberikan layanan produk-produk perusahaan.

Pegadaian mendukung para agen tersebut dengan penggunaan teknologi informasi, sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Mulai Juli 2020, Pegadaian merilis layanan terbaru yakni agen komunitas dan agen prioritas dengan segmen pasar menengah ke bawah (mass market) hingga kelas atas (high net worth) yang mengedepankan kemudahan dan kecepatan layanan karena menggunakan sistem referal.

Baca juga: Pegadaian Siap Perluas Akses Pendanaan untuk Nelayan

Menurut Kuswiyoto, agen komunitas nantinya akan melakukan kegiatan pemasaran pada anggota komunitas pada segmentasi golongan umum. Produk yang dilayani oleh agen komunitas adalah gadai (KCA), gadai sistem angsuran (Krasida), pembiayaan usaha mikro (Kreasi), pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah) dan pembiayaan ibadah haji (Arrum haji).

"Agen komunitas ini nantinya harus melakukan kegiatan rutin dalam bentuk perkumpulan dengan anggota komunitas, serta komunikasi yang kuat pada komunitasnya," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Whats New
Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Whats New
Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Whats New
Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Whats New
Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Whats New
Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Whats New
BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

Whats New
Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Whats New
Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi 'Tukang Sayur' Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Smartpreneur
Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Whats New
Penuhi Kebutuhan Layanan Digital, Telkom Group Modernisasi Infrastruktur

Penuhi Kebutuhan Layanan Digital, Telkom Group Modernisasi Infrastruktur

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X