Bill Gates Minta Vaksin Covid-19 Tidak Didistribusikan dengan Sistem Pasar, Ini Sebabnya

Kompas.com - 13/07/2020, 06:32 WIB
Bill Gates melepas nyamuk penangkal wabah demam berdarah Gatesnotes.comBill Gates melepas nyamuk penangkal wabah demam berdarah

NEW YORK, KOMPAS.com - Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia, kembali buka suara soal vaksin Covid-19. Kali ini, ia meminta vaksin didistribusikan kepada pihak yang sangat membutuhkan terlebih dahulu.

Pendiri Microsoft ini meminta agar vaksin tidak didistribusikan kepada pihak yang siap membayar dengan harga mahal.

"Apabila kita memilih mendistribusikan obat dan vaksin ke penawar tertinggi, dibandingkan kepada orang dan tempat yang lebih membutuhkan, kita akan menghadapi pandemi yang lebih lama dan mematikan," katanya, dikutip dari CNBC, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Saat ini, berbagai negara dan perusahaan tengah berlomba-lomba menemukan vaksin Covid-19 untuk segera dipasarkan secara global.

Hal tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran, negara maju dan kaya akan mendapatkan vaksin lebih banyak ketimbang negara berkembang dan miskin.

Oleh karenanya, Bill Gates mendorong pemerintah dari berbagai negara menjadikan vaksin Covid-19 sebagai produk kepentingan masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan.

"Kita perlu pemerintah untuk membuat keputusan sulit tentang pendistribusian berdasarkan keadilan, bukan sistem pasar," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini terdapat 21 kandidat vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba kepada spesimen manusia.

Baca juga: Kabar Bill Gates Diadili di India karena Vaksin Corona, Ini Faktanya

Halaman:


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Whats New
Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Whats New
7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

Spend Smart
Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Whats New
Ada Pandemi Covid-19,  JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Ada Pandemi Covid-19, JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Whats New
Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Whats New
Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Work Smart
Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Whats New
Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Whats New
Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Whats New
Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Whats New
Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Whats New
Kuota Peserta Program Kartu Prakerja Ditetapkan 800.000 Orang Tiap Gelombang

Kuota Peserta Program Kartu Prakerja Ditetapkan 800.000 Orang Tiap Gelombang

Whats New
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X