KILAS

Perta Arun Gas Paparkan Potensi Perluasan Bisnis di Kuwait

Kompas.com - 17/07/2020, 20:45 WIB
Virtual meeting M-Teams  Perta Arun Gas bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait guna membahas rencana ini, Kamis (16/7/2020).
DOK. Humas PGNVirtual meeting M-Teams Perta Arun Gas bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait guna membahas rencana ini, Kamis (16/7/2020).

"Dalam rencana bisnis ini, PAG juga telah membuat stakeholder mapping guna memitigasi risiko yang akan terjadi untuk bisnis tersebut,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Arif menyebut pula, pihaknya ingin mengetahui terkait pelaksanaan bisnis di Kuwait. Untuk itu, pihaknya melalui KBRI Kuwait meminta bantuan serta dukungan.

Hal ini dilakukan agar PAG memiliki persiapan dan memperoleh informasi yang lengkap, terutama aturan-aturan bisnis di Kuwait.

Tak hanya itu, perlu diketahui pula potensi kerja sama dengan partner local company yang merupakan kewajiban perusahaan yang akan berbisnis di Kuwait.

Baca juga: Meski Pandemi, PGN Tetap Bangun Infrastruktur dan Layani Konsumen

Adapun, hadir dalam virtual meeting tersebut, Duta Besar RI di Kuwait Tri Tharyat beserta tim Atase Tenaga Kerja dan Tim Ekonomi, Direksi PAG dan tim Head Office maupun Tim dari Site Plant.

Pertemuan yang diadakan lebih dari 2 jam ini membahas terkait regulasi ketenagakerjaan di Kuwait, Sistem tax and tender serta foreign investment di Kuwait.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjelasan Dubes RI di Kuwait

Sementara itu, Tri Tharyat mengapresiasi rencana serta pemaparan yang komprehensif dari PAG.

Menurutnya, PAG selama jangka waktu 7 tahun berjalan sudah mempunyai overview bisnis yang sangat mumpuni, credible, serta reputable.

Baca juga: PGN Siap Pasok Kebutuhan Gas PT Krakatau Steel

Termasuk pula bila dilihat sebagai perusahaan LNG regasifikasi dan LNG Hub internasional dan dengan perizinan sebagai kawasan industri Berikat (PLB) untuk produk LNG di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Tri melakukan sharing knowledge terkait perekonomian di Kuwait. Dia menjelaskan, 95 persen perekonomian Kuwait sangat bergantung pada minyak. Sedangkan Gas sendiri belum dioptimalisasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.