Gaet Pengunjung, Bos Taman Safari Pastikan Protokol Kesehatan Dilakukan dengan Ketat

Kompas.com - 27/07/2020, 09:34 WIB
Seekor panda tertidur di Istana Panda Taman Safari Bogor. Dokumentasi Taman Safari IndonesiaSeekor panda tertidur di Istana Panda Taman Safari Bogor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki periode adaptasi kebiasaan baru (AKB), berbagai pelaku usaha yang bergerak di sektor wisata berusaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19, tidak terkecuali tempat rekreasi dan konservasi satwa, Taman Safari.

Direktur Utama Taman Safari Tony Sumampau, mengatakan, untuk menggaet kembali minat masyarakat mengunjungi Taman Safari, pihaknya memastikan protokol kesehatan diterapkan selama masa operasional. Protokol kesehatan dinilai menjadi sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung.

Tony menjelaskan, sebelum pemerintah mengeluarkan detail mengenai penerapan protokol kesehatan, Taman Safari sudah mengikuti anjuran-anjuran pencegahan penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan oleh Asosiasi Kebun Binatang Sedunia.

"Kami terus menerus sesuai dengan anjuran organisasi kebun binatang dunia. Jadi kita harus meyakinkan para pengunjung wisatawan, bahwa kita benar-benar melakukan protokol yang ketat sehingga tidak membuat masyarakat ragu," tuturnya, kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2020).

Baca juga: Hero Pasok Pakan Satwa Taman Safari Indonesia

Berbagai protokol kesehatan yang diterapkan oleh Taman Safari, di antaranya adalah memastikan physical distancing, penyediaan tempat cuci tangan, hingga pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk mengawasi pelaksanaan pencegahan Covid-19.

Lebih lanjut, Tony menyebutkan, potensi penyebaran Covid-19 di Taman Safari juga lebih rendah, mengingat kondisi tempat wisata yang terbuka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita di ruang terbuka, jadi enggak di ruang tertutup, jadi itu sangat membantu sebetulnya," kata dia.

Selain itu, Taman Safari juga menyediakan promo harga tiket untuk menggaet minat masyarakat.

Dikutip dari website resmi Taman Safari, tiket kunjungan pada hari Senin-Jumat dijual dengan harga Rp 185.000. Sementara untuk akhir pekan, tiket dijual seharga Rp 220.000.

"Itu cukup menarik minat masyarakat dengan harga ringan," kata Tony.

Sejak mulai beroperasi pada pertengahan Juni lalu, Tony menyebutkan, animo masyarakat untuk mengunjungi Taman Safari sudah cukup tinggi. Hal tersebut terefleksikan dengan jumlah rata-rata pengunjung sejak 15 Juni hingga 15 Juli 2020, yang mencapai 40 persen dari jumlah pengunjung sebelum pandemi Covid-19 merebak.

"Kebetulan pas liburan akhir sekolah, jadi itu sangat membantu," ucapnya.

Baca juga: Jadilah Konsumen Pintar, Ini Cara Memanfaatkan Promo di E-commerce

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Whats New
Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Whats New
Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Whats New
Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.