Datang Terlambat, Erick Thohir: Tugas Saya Mulai Kebanyakan

Kompas.com - 30/07/2020, 17:04 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.
 ANTARA FOTO/ADAM BARIQMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir datang terlambat di acara Awarding Day BUMN Milenial Inovation Summit 2020 yang diselenggarakan pada Kamis (30/7/2020).

Dari jadwal yang didapat awak media, acara tersebut seharusnya dimulai pukul 15.00 WIB. Namun, Erick baru bisa membuka acara tersebut dan memberi sambutan pada pukul 15.40 WIB.

Saat memberi sambutan, mantan Bos Inter Milan itu pun meminta maaf kepada hadirin yang hadir karena keterlambatannya itu. Dia mengaku terlambat hadir karena belakangan ini tugasnya sangat banyak.

“Tentu saya mohon maaf telat, karena tugasnya (saya) mulai kebanyakan. Saya (juga) bertugas ketua pelaksana pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi bersama Wamen saya Pak Budi,” ujar Erick.

Baca juga: BTN Lelang Aset Properti Murah, dari Rumah hingga Pabrik

Erick mengatakan, ketua pelaksana pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional memiliki tugas yang berat. Kendati begitu, mantan Ketua INASGOC ini memastikan akan menjalankan tugas tersebut dengan serius.

“Karena ini bagian terpenting, bagaimana kita sebagai negara bisa breakthrough, daripada Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” kata dia.

Menurut Erick, kerja timnya tak akan berhasil jika tak mendapat dukungan dari kementerian dan masyarakat luas lainnya.

“Apapun teorinya kita tak akan berhasil, kalau tadi, para masyarakat tak membantu kami dan menjaga protokol Covid-19,” ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membentuk Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional.

Baca juga: Cara dan Syarat Dapat Pinjaman Modal hingga Rp 200 Juta dari Pertamina

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X