BKN: Peserta CPNS Positif Covid-19 Tetap Ikut Ujian SKB

Kompas.com - 05/08/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi virus corona, vaksin virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona, vaksin virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Suharmen menyatakan,  peserta calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) positif terkena virus corona ( Covid-19) masih diberikan kesempatan mengikuti ujian pelaksanaan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB).

"Misalkan yang bersangkutan masih positif covid dan telah melakukan swab test misalnya, dia diberikan kesempatan mengikuti ujian pada H plus satunya (H+1)," katanya dalam media briefing virtual, Rabu (5/8/2020).

Suharmen menegaskan, peserta CPNS yang mengikuti tes SKB juga tidak diwajibkan membawa surat rapid test maupun tes usap (swab test).

Baca juga: Ingat, Ubah Lokasi Tes SKB CPNS Maksimal Hanya 3 Kali

Namun, apabila ada instansi yang mewajibkan peserta CPNS membawa surat hasil tes covid, juga tidak dilarang.

"Tidak ada kewajiban membawa rapid test. Tetapi kalau ada instansi yang kemudian meminta peserta yang ikut ujian SKB membawa rapid test, itu boleh saja," katanya.

Dia kembali menekankan, CPNS yang akhirnya dinyatakan positif covid-19, tetap tidak akan dihentikan statusnya untuk mengikuti tes SKB.

Hal ini telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Kepala BKN Nomor 17/SE/VII/2020 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN) dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Di dalam SE kita, orang yang reaktif hasil rapid test-nya itu tidak boleh digugurkan. Jadi tidak ada orang yang digugurkan karena Covid-19, ini poin pentingnya. Kenapa? Karena Covid-19 ini bukan keinginan dia untuk kena," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihak penyelenggara tes SKB CPNS Formasi Tahun 2019 ini akan meminta rekomendasi kepada Dinas Kesehatan agar mengizinkan peserta yang positif covid-19 mengikuti ujian tersebut dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Baca juga: Mau Jadi Pegawai Kementerian Luar Negeri? Simak Lowongan Kerja Ini

Metode ini telah diimplementasikan ketika menghelat tes Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) untuk perekrutan sekolah kedinasan.

"Kita tidak serta merta menggugurkan seperti yang ada di teman-teman UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Tetapi, pada akhirnya kita akan meminta rekomendasi kepada Dinas Kesehatan. Rekomendasi Dinas Kesehatan ini menjadi penting dan harus dituangkan ke dalam berita acara," jelasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan tes SKB CPNS Formasi Tahun 2019 akan dijadwalkan mulai 1 September hingga 12 Oktober 2020, dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) secara daring (online).

Baca juga: Kedubes RI Bakal Fasilitasi Tes SKB untuk 55 CPNS di Luar Negeri



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X