Siap-Siap, Diskon Belanja 75 Persen Bertebaran di Mal dan Marketplace

Kompas.com - 07/08/2020, 16:48 WIB
Ilustrasi belanja SHUTTERSTOCKIlustrasi belanja

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) kembali hadir pada 14-30 Agustus 2020. Acara tahunan ini dimaksudkan memeriahkan HUT RI yang ke-75.

Acara yang diinisiasi Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) ini, menawarkan beragam promo menarik yang diberikan dengan serba angka 75.

Mulai dari diskon hingga 75 persen, potongan harga Rp 75.000, termasuk juga buy 1 get 1. Produk yang dijual mulai dari kuliner, fesyen, hingga produk kecantikan.

Baca juga: Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19, Apa Sebabnya?

Ketua Pelaksana HBDI 2020 Fetty Kwartati mengatakan, event tahun ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena tidak hanya melibatkan ritel offline, tapi juga marketplace. Ini tak lepas dari kondisi Indonesia yang masih mengalami pandemi.

Oleh sebab itu, akan semakin melibatkan banyak merchant dalam acara HBDI 2020 kali ini yakni hingga 80.000 outlet yang tersebar disekitar 300 mal di seluruh Indonesia dan online marketplace.

"Tahun lalu 20.000 gerani, tahun ini harusnya lebih banyak lagi. Karena tahun ini bukan hanya member Hippindo, tapi juga merchant lain dari marketplace. Jadi jumlahnya akan sangat lebih tinggi dari tahun lalu," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (7/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

HBDI bakal melibatkan ritel online di marketplace Tokopedia, Lazada, Blibli.com, dan juga merchant yang tersedia di aplikasi Gojek.

Baca juga: Lelang Rumah Mulai Rp 300 Jutaan di Tangerang Selatan, Minat?

"Blibli banyak memberikan benefit untuk customer. Gojek juga ada promo di Gofood, Gomall, Gopay, dan Gosend. Lazada ada virtual shooping, voucher, dan sebagainya. Serta di Tokopedia kita juga berkolaborasi," kata dia.

Meski lebih banyak melibatkan merchant, Fetty menilai, tentu pendapatan dari HBDI kali ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang di kisaran Rp 20 triliun, mengingat pandemi Covid-19 telah menggerus daya beli masyarakat.

Oleh sebab itu, target HBDI tahun ini bukanlah pendapatan, melainkan upaya menggerakkan perekonomian nasional.

"Tahun ini kami lebih fokuskan pihak ritel offline dan online sebisa mungkin menggerakkan perekonomian dan penjualan. Dengan kondisi pandemi kita harus lihat kondisi, pasti kegiatan ini jadi starter pergerakkaan purchasing power dan kegiatan ritel lainnya," kata Fetty.

Baca juga: Pendaftaran Gelombang 4 Kartu Prakerja Dibuka Besok, Kuota 800.000 Peserta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Whats New
Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Whats New
Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Whats New
Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.