IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Pagi Ini

Kompas.com - 19/08/2020, 09:29 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (19/8/2020). Demikian juga dengan rupiah yang menguat pagi ini.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.319,86 atau naik 24,69 poin (0,47 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.295,17.

Sebanyak 179 saham melaju di zona hijau dan 73 saham di zona merah. Sedangkan 162 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 733,1 miliar dengan volume 1,12 juta saham.

Indeks saham Asia pagi ini dibuka fluktuatif, dengan kenaikan indeks Nikkei 0,19 persen, dan indeks Strait Times 0,02 persen. Sementara indeks Shanghai Komposit turun 0,28 persen.

Baca juga: Tokopedia Buka Lowongan Kerja untuk Banyak Posisi, Ini Syaratnya

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG diproyeksikan melemah hari ini karena terdorong aksi profit taking investor dan juga sentimen negatif ketegangan AS dan China.

"Saya pikir akan ada profit taking ya, karena indeks kita naik banyak (kemarin) akibat data perdagangan kita yang surplus," kata Hans kepada Kompas.com.

Indeks saham Eropa kemarin ditutup negatif dengan penurunan indeks FTSE 0,83 persen dan indeks Xetra Dax 0,3 persen.

Sementara itu, rupiah pagi ini menguat pada level Rp 14.750 per dollar AS atau naik 95 poin (0,64 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.845 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terdorong pelemahan dollar AS terhadap mata uang emerging market.

“Dollar AS sedang tidak menarik untuk pasar atau mengalami tekanan belakangan ini karena kondisi pemulihan ekonomi di AS menjadi pertanyaan apalagi kasus Covid-19 masih terus meninggi di sana,” kata Ariston.

Baca juga: Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Ariston mengatakan, nilai tukar regional menguat terhadap dollar AS pagi ini. Tapi di sisi lain, ekspektasi resesi di dalam negri dan data impor yang turun melebihi ekspektasi memberi tekanan untuk rupiah.

“Data impor yang masih melambat ini menyiratkan masih lemahnya aktifitas ekonomi dalam negri seperti manufaktur dan konsumsi. Pemulihan ekonomi Indonesia jadi pertanyaan,” ungkap dia.

Ariston juga menyebut, hari ini pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Bila ada stimulus baru untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia dari BI, maka dapat membantu mendorong penguatan untuk rupiah.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan berada pada kisaran Rp 14.750 per dollar AS sampai dengan Rp 14.950 per dollar AS.

Baca juga: Daftar 14 Negara yang Masuk Jurang Resesi Ekonomi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Whats New
2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Whats New
Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X