Kompas.com - 19/08/2020, 06:46 WIB
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Rahma Evasari menggunakan masker, pelindung wajah serta APD saat melakukan perawatan kulit wajah di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020). Perawatan wajah dengan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas klinik kecantikan guna mengantisipasi penularan COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGDokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Rahma Evasari menggunakan masker, pelindung wajah serta APD saat melakukan perawatan kulit wajah di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020). Perawatan wajah dengan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas klinik kecantikan guna mengantisipasi penularan COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan saat ini pemerintah sedang mengkaji rencana pembangunan industri wisata medis (medical tourism) di Indonesia.

Wisata medis merupakan perjalanan yang dilakukan untuk mendapatkan layanan kesehatan, kebugaran, serta penyembuhan di negara tujuan.

Pengembangan wisata medis bertujuan untuk dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan untuk rakyat Indonesia dan meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang kesehatan.

"Berdasarkan data yang dirilis PwC, Indonesia merupakan negara asal wisatawan medis dengan jumlah 600 ribu orang di tahun 2015, terbesar di dunia," kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangannya, seperti dilansir dari Antara, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Mengintip Besaran Gaji dan Tunjangan Profesi Jaksa

"Umumnya pasien memilih perawatan medis ke luar negeri dengan alasan kurang mampunyai layanan medis domestik untuk menyembuhkan penyakit-penyakit khusus," kata dia lagi.

Jodi menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara di Asia seperti Thailand, Singapura, India, Malaysia, dan Korea Selatan sedang mengembangkan wisata medis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2016, Thailand mencatatkan jumlah wisatawan medis mencapai 2,29 juta orang dengan nilai pasar mencapai 6,9 miliar dolar AS.

Banyak WNI berobat ke luar negeri

Berdasarkan data yang dirilis Indonesia Services Dialog (ISD), setiap tahun orang Indonesia mengeluarkan uang yang nilainya cukup fantastis untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri.

Oleh karena itu, menurut Jodi, pengembangan wisata medis di Indonesia menjadi sangat realistis dan menguntungkan jika melihat angka tersebut.

Baca juga: Penasaran Berapa Besaran Tunjangan Profesi Guru PNS dan Non-PNS?

Selain itu, jumlah wisata medis secara global juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jika Indonesia mengembangkan industri wisata medis ini, akan banyak dampak positif yang akan dirasakan.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

Whats New
Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Whats New
Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Whats New
Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Whats New
Anggaran Sektor Pariwisata Dipangkas Untuk Penanganan Pandemi

Anggaran Sektor Pariwisata Dipangkas Untuk Penanganan Pandemi

Whats New
Update Rincian Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2021

Update Rincian Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2021

Spend Smart
Gairahkan Pariwisata, Pemerintah Masih Andalkan Wisatawan Domestik

Gairahkan Pariwisata, Pemerintah Masih Andalkan Wisatawan Domestik

Whats New
MNC Gunakan Layanan Amazon Web Services Untuk MotionBanking, Apa Kelebihannya?

MNC Gunakan Layanan Amazon Web Services Untuk MotionBanking, Apa Kelebihannya?

Rilis
Mendag Targetkan Transaksi Dagang TEI 2021 Capai 1,5 Miliar Dollar AS

Mendag Targetkan Transaksi Dagang TEI 2021 Capai 1,5 Miliar Dollar AS

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah pada Penutupan Sesi I Perdagangan

IHSG dan Rupiah Kompak Melemah pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
HUT Ke-3, MyValue Tebar Diskon hingga Hadiah Langsung

HUT Ke-3, MyValue Tebar Diskon hingga Hadiah Langsung

Spend Smart
OJK: Banyak Anak Muda Alami Rugi Saat Investasi karena Teperdaya Janji Manis Influencer

OJK: Banyak Anak Muda Alami Rugi Saat Investasi karena Teperdaya Janji Manis Influencer

Whats New
Ini 6 Pasar Tradisional yang Akan Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

Ini 6 Pasar Tradisional yang Akan Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

Rilis
Jalur Layang Beroperasi, Ini Alur Naik Turun KRL di Stasiun Manggarai

Jalur Layang Beroperasi, Ini Alur Naik Turun KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Sandiaga Uno: Ada Secercah Harapan di Tengah Melandainya Kasus Covid-19

Sandiaga Uno: Ada Secercah Harapan di Tengah Melandainya Kasus Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.