Cerita Penjual Online dari Lereng Gunung, Berjalan Berkilo-kilometer Cari Sinyal hingga Cibiran Pengangguran

Kompas.com - 30/08/2020, 11:11 WIB
Manis (25) pemilik kopi  Pustaka Kopi Masboy DOKUMENTASI PRIBADI MANISManis (25) pemilik kopi Pustaka Kopi Masboy

Pada saat itu Manis hampir tidak memiliki uang sama sekali, untungnya dia masih memiliki sedikit uang yang cukup untuk membeli tiket pulang ke kampungnya. Alhasil dia memutuskan untuk balik ke kampungnya dan mencoba untuk mengubah nasibnya.

Sesampainya di kampung pun, dia harus memutar otak. Sebab sudah lebih beberapa minggu ia tidak bekerja dan membuat dia tidak memiliki pemasukan sama sekali.

Baca juga: Bermodal Rp 300.000 Pebisnis Strawberry Beku Raup Omzet Rp 2 Juta Per Hari

Lalu dia mencoba berpikir untuk memanfaatkan kopi dari para petani tempat ia tinggal. Dia berencana untuk membuka kembali bisnis kopinya dengan konsep yang berbeda dan tentunya dengan nama yang juga berbeda.

Lalu di pertengahan bulan April, dia memantapkan diri untuk berani kembali membuka usaha kopi dengan konsep yang baru dan nama yang tentunya juga baru, Pusataka Kopi Masboy.

"Saya bingung karena enggak ada pemasukan dan enggak ada pekerjaan. Lalu saya berpikir bagaimana jika saya membuka kembali bisnis kopi dengan konsep yang beda yang enggak kayak dulu, gimana caranya bisa memanfaatkan petani kopi di daerah sini, yah akhirnya saya nekatkan lagi buat buka bisnis kopi," ungkapnya.

Produk-produk yang dijual Manis, awalnya hanya diambil dari orang tuanya yang juga merupakan petani kopi.  Seiring dengan waktu, dia pun mengambil pasokakan kopi dari petani lain yang berada di wilayahnya.

Karena tak ada modal, dia pun terpaksa mengambil pinjaman melalui kartu kredit untuk memulai usahanya.

"Bahkan sampai sekarang biaya untuk beli alatnya masih belum lunas, karena saya pakai kredit kemarin," ucapnya sambil tertawa.

Memilih untuk berjualan di marketplace pun bukan tanpa alasan dia lakukan. Tetapi, supaya tidak mengeluarkan budget yang lebih banyak untuk menyewa atau membuka sebuah toko, menjadi alasan utama dia berjualan secara online.

"Saya memilih jualan di marketplace karena jualan di offline itu sudah tidak memungkinkan dan enaknya lagi itu tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa, tidak bayar iuran yang macam-macam," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X