Tunggak Gaji Karyawan, Ini Penjelasan Bos PT INTI

Kompas.com - 10/09/2020, 15:39 WIB
Ilustrasi rupiah. THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDIIlustrasi rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT INTI (Persero) Otong Iip buka suara mengenai informasi tertundanya gaji karyawan perseroannya selama tujuh bulan. Menurut dia, pembayaran gaji Karyawan mulai tertunda sejak Mei 2019.

“Namun begitu pihak manajemen tetap berusaha membayarkan gaji sesuai dengan kemampuan cash perusahaan,” ujar Otong dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2020).

Otong menambahkan, pembayaran utang gaji secara bulanan terus dilakukan dan tercatat selama kurun waktu tahun 2020, setiap bulan ada pembayaran angsuran utang gaji hingga Agustus 2020.

“Pada bulan Agustus 2020, karyawan menerima angsuran utang gaji untuk gaji bulan Februari 2020 senilai satu juta rupiah per pegawai,” kata Otong.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah Agar PT Inti Bisa Bayar Gaji Karyawannya

Otong menjelaskan, tertunggaknya pembayaran gaji karyawan karena Cash Flow Operation (CFO) dan ekuitas perusahaan yang berada di posisi negatif.

Kondisi tekanan keuangan yang cukup berat ini sudah terjadi sejak lima tahun terakhir, terhitung sejak 2014 hingga 2019, dimana laba ditahan pada neraca perusahaan sudah negatif.

“Salah satu penyebabnya dikarenakan proyek-proyek masa lalu yang dikerjakan oleh perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini terus berlanjut hingga perusahaan memiliki utang non produktif mencapai 90 persen,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Otong, pada akhir 2019 manajemen baru mulai melakukan program transformasi pada lingkup Bisnis, Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan proses bisnis serta tatakelola perusahaan sekaligus melakukan Restrukturisasi Utang dan Optimalisasi Aset.

Hal ini didukung dengan masuknya INTI ke dalam cluster Industri Telekomunikasi sehingga perusahaan memiliki arah dan fokus bisnis yang lebih jelas dengan lebih memfokuskan pelanggan Telkom Group.

Performansi Perusahaan pada Januari hingga Agustus 2020 berada dalam kondisi yang mulai membaik. Hal ini ditunjukkan dengan posisi pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan Net Income tumbuh secara signifikan, meskipun secara cash flow operation masih negatif karena menanggung utang masa lalu yang cukup besar.

“Solusi yang tengah dijalankan manajemen saat ini dalam upaya penyehatan Perusahaan dilakukan melalui transformasi bisnis dengan memperbesar pola Business to Business (B2B) dengan Telkom Group, transformasi keuangan dengan melakukan restrukturisasi atas utang PT INTI (Persero) dan perolehan dana talangan dari berbagai sumber dengan tetap berpedoman pada kaidah tata kelola Perusahaan yang baik,” ujarnya.

Baca juga: PT Inti Dikabarkan Tunggak Gaji Karyawan, Ini Respons Kementerian BUMN



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X