[POPULER DI KOMPASIANA] Mengenang Jakob Oetama | Era Baru Dunia Kerja | Gejala Lonely Marriage

Kompas.com - 12/09/2020, 17:00 WIB
Pelayat berdoa di samping peti jenazah Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama   di  Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Jakob Oetama tutup usia pada Kamis (10/9) pada usia ke 88  tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Selanjutnya, jenazah dikebumikan di  Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada  Kamis (10/9). KOMPAS/HERU SRI KUMOROPelayat berdoa di samping peti jenazah Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Jakob Oetama tutup usia pada Kamis (10/9) pada usia ke 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Selanjutnya, jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Kamis (10/9).

Hal itulah yang kemudian bagi pembaca merasa beragam liputan Kompas mengenai peristiwa korupsi sungguh berbeda, memiliki gayanya sendiri. (Baca selengkapnya)

2. Jakob Oetama, Tajuk Rencana, dan Duka Kompasianer

Sebagai sesama wartawan, warisan yang amat kentara dari Jakob Oetama kepada Kompasianer Efrain Limbong adalah membaca Tajuk Rencana dari Harian Kompas.

"Jujur saja Tajuk Rencana koran Kompas menjadi salah satu referensi bagaimana saya harus mengembangkan kemampuan untuk menulis yang mumpuni," kenangnya kala masih menulis di surat kabar harian di Kota Palu.

Pasalnya, setiap kali membaca Tajuk Rencana itu tidak sekadar menarik dan enak dibaca, melainkan juga memberikan edukasi dan pencerahan bagi pembaca akan objek pemberitaan yang menjadi ulasan.

Pada akhirnya, Tajuk Rencana bisa dilihat sebagai bagian kecil dalam menyoroti Indonesia secara luas. (Baca selengkapnya)

3. Kematian Gedung Perkantoran dan Era Baru Kehidupan Kerja

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudah siap atau belum, kini kita telah mengalami perubahan luar biasa yang mesti diterima dan sikapi.

"Lupakan pergi ke kantor setiap hari, dan mulai masuk dalam era hidup kerja yang penuh fleksibilitas jadual yang bisa dikerjakan dari rumah saja tanpa harus hadir di kantor," tulis Kompasianer Yupiter Gulo.

Pola kerja dari rumah ini, menurut Kompasianer Yupiter Gulo, bisa saja berlanjut hingga memasuki tahun 2021.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X