Dicecar DPR Soal Mafia Hortikultura Asal China, Ini Jawaban Kementan

Kompas.com - 16/09/2020, 19:04 WIB
Kinerja volume ekspor hortikultura pada 2018 mencapai 435 ribu ton, naik 10,36 persen dibanding 2017 sebanyak 394 ribu ton. Dok. Humas KementanKinerja volume ekspor hortikultura pada 2018 mencapai 435 ribu ton, naik 10,36 persen dibanding 2017 sebanyak 394 ribu ton.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mempertanyakan nama seorang pengusaha asal China yang diduga merupakan seorang "pemain" impor produk-produk hortikultura ke Indonesia kepada Direktur Jenderal Hortikultura Kementetian Pertanian ( Kementan) Prihasto Setyanto.

Pada rapat kerja hari ini, Rabu (16/9/2020), jajaran Komisi IV DPR tampak mencecar Dirjen Hortikultura, sehingga pihak Kementan tergagap, bahkan cenderung tak mampu membalas jawaban pertanyaan yang dilontarkan oleh Sudin.

"Pernah mendengar pengusaha bernama Chang Li Min? Pengusaha China?" tanya Sudin kepada Prihasto yang bertemu secara fisik di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2020). 

Baca juga: Capaian Positif Kementan Dalam 6 Bulan, NTP Hortikultura Naik

Lalu, Prihasto pun menjawab pernah mendengar nama tersebut. Sudin pun kembali menanyakan kepemilikan surat rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) yang bisa didapatkan oleh mafia perdagangan asal China tersebut.

"Dapat RIPH? RIPH-nya boleh beli kan?" tanya Sudin kembali.

Prihasto hanya berdalih bahwa dia tidak mengingat perusahaan-perusaahaan mana saja yang membeli.

"Dulu RIPH perusahaan-perusahaan banyak, Pak," katanya.

Baca juga: Komisi IV: Pembebasan Impor Bawang Putih dan Bombai Ancam Swasembada Hortikultura

Lalu, Sudin pun menjelaskan nama Chang Li Min yang ditanyakan tersebut kepada Prihasto.

Menurut Sudin, pengusaha yang diduga mafia perdagangan itu tidak memiliki kantor dan gudang untuk menaruh barang-barang hortikultura di Indonesia alias fiktif.

Informasi ini Sudin dapatkan dari pedagang-pedagang yang ada di Pasar Induk.

"Karena Chang Li Min tidak domisili di Indonesia, tidak punya gudang. Jadi saya dapat keluhan dari Pasar Induk, dan lain-lain. Begitu barangnya masuk dari luar, kontainer masuk, langsung buka lapak," jelasnya.

"Chang Li Min ini pemain lama, tidak pernah punya gudang, tidak pernah punya kantor. Teman saya ini dari penjahat, bandit sampai orang baik teman saya," lanjut dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X