Kompas.com - 18/09/2020, 06:22 WIB
Ilustrasi mengganti kunci rumah baru AndreyPopov/ThinkstockIlustrasi mengganti kunci rumah baru

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan tempat tinggal atau hunian sejatinya merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus tercukupi. Namun harga properti yang cukup mahal dan terus naik dari tahun ke tahun, menyulitkan beberapa kalangan masyarakat untuk membeli rumah.

Melansir riset Lifepal.co.id, Jumat (18/9/2020), menunjukkan bahwa tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang, jumlah penduduk yang tak memiliki rumah akan bertambah banyak berdasarkan data BPS dan BI.

Pasalnya, meskipun secara rata-rata persentase kenaikan gaji pegawai tiap tahunnya lebih tinggi dari persentase kenaikan harga rumah, nilai rumah tentunya berkali-kali lipat ketimbang gaji bulanan pegawai.

Meski gaji seorang pegawai mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, harga rumah juga mengalami hal yang sama. Lebih lanjut, patut diketahui bahwa harga dasar sebuah rumah bisa mencapai 100 atau bahkan 1.000 kali lipat dari gaji bulanan seorang pegawai.

Baca juga: Mau Pilih KPR Syariah atau Konvensional, Ini Perbedaannya

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa menjadi solusi untuk mendapatkan rumah. Namun bukan berarti pula, bahwa berapa pun penghasilan seseorang, menjadikan orang tersebut layak untuk mencicil rumah dengan jalan KPR.

Maka, untuk mengetahui berbagai hal mengenai KPR dan siapa saja sebenarnya yang dapat dinilai layak untuk mengajukan KPR, simak tips membeli rumah dengan KPR berikut ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Pahami lebih dahulu, apakah Anda layak “mencicil rumah?”

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun ketahuilah dengan seksama, apakah Anda memang layak untuk mencicil rumah.

Caranya adalah dengan mengetahui rasio hutang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio hutang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik kita, yang dibiayai utang.

Baca juga: Perbedaan Bunga Bank Konvensional Vs Bagi Hasil Bank Syariah

Dengan membagi total utang dan total aset kita, maka kita bisa mendapatkan skor untuk rasio ini. Nilai ideal dari rasio ini adalah di bawah 50 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X