Ini Hal yang Perlu Dilakukan apabila Insentif Kartu Prakerja Gagal Dicairkan

Kompas.com - 26/09/2020, 07:00 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah peserta Kartu Prakerja mengeluhkan gagalnya pencairan insentif sebesar Rp 600.000 setiap bulannya. Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja pun tidak memungkiri hal tersebut dapat terjadi.

Direktur Operasi Kartu Prakerja Hengki Sihombing mengatakan, kegagalan proses pencairan insentif peserta masih ditemui setiap harinya. Meski demikian, ia memastikan bahwa angka kegagalan tersebut tidak besar.

"Mungkin per harinya 0,4 persen yang gagal kita transferkan, itu sangat kecil," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Lolos Kartu Prakerja Gelombang 5 Tapi Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bakal Dicabut

Menurutnya, penyebab utama gagalnya pencairan insentif ialah adanya perbedaan data nomor telepon peserta yang dicantumkan dalam informasi Kartu Prakerja dengan rekening dompet digital atau e-wallet.

Hengki menjelaskan, persyaratan utama pencairan insentif ialah nomor telepon peserta yang dicantumkan dalam kolom informasi harus sama dengan rekening e-wallet, baik itu LinkAja, Gopay, maupun OVO.

"Misalnya nomor telepon yang ditautkan Prakerja 0812, tiba-tiba pesertanya mengganti di Gopay, dari nomor 0812, menjadi 0816 misalkan. Di saat kita transfer ke sana sudah tidak ditemukan. Akunnya sudah tidak aktif," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengatasi hal tersebut, Hengki meminta kepada peserta untuk mengonfirmasi kepada penyedia jasa e-wallet terkait keaktifan rekening yang dimiliki.

Lalu, apabila peserta memang mengganti nomor telepon rekening e-wallet, maka nomor tersebut harus disesuaikan dengan yang dicantumkan dalam kolom informasi Kartu Prakerja.

Baca juga: Insentif Kartu Prakerja Digunakan untuk Bayar Listrik hingga Cicilan Motor

"Ada di dashboard Kartu Prakerja, pergi ke user, di bagian situ ada ubah nomor telepon. Pastikan, di saat ganti nomor telepon, e-wallet-nya sudah diganti juga," katanya.

Setelah peserta melakukan hal-hal tersebut, Hengki memastikan bahwa pemerintah akan mencairkan insentif sebesar Rp 600.000.

"Kalau gagal ini adalah gagal ditransfer. Bukan tidak akan diberikan. Kalau sudah menyelesaikan pelatihan dan rekening tidak bermasalah, itu pasti akan kita transfer," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.