Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Gobang, Terbang Semudah Gojek...

Kompas.com - 27/09/2020, 09:11 WIB
Suasana antrian penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta, Senin (14/9/2020) Dok Humas Angkasa Pura IISuasana antrian penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta, Senin (14/9/2020)

BEBERAPA hari lalu beredar berita tentang kasus pemerasan dan pelecehan seksual terhadap seorang wanita calon penumpang pesawat terbang saat melakukan rapid test di Bandara. Sebuah peristiwa yang sangat memalukan sekaligus tidak seharusnya bisa terjadi di sebuah Bandara Internasional sekelas SHIA (Soekarno Hatta International Airport).

Di tengah pandemi virus covid-19, terlihat sekali kekacauan dalam pengelolaan bisnis penerbangan di seluruh dunia sebagai akibat banyak hal terutama sekali menyangkut protokol kesehatan yang wajib dilakukan.

Protokol kesehatan yang penekanannya terfokus kepada pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan sejatinya sangat berlawanan dengan tata kelola dalam melaksanakan operasi penerbangan pada persepektif bisnis.

Ketakutan para pengguna jasa penerbangan terhadap kemungkinan tertular covid-19 telah membuat maskapai penerbangan kehilangan sebagian besar pelanggannya.

Baca juga: Menhub: Pelecehan oleh Petugas Rapid Test di Bandara Soetta Memalukan...

Sementara itu prosedur health protocol sebagai prosedur tambahan bagi para calon penumpang pesawat terbang, telah menambah lagi hilangnya gairah orang untuk menggunakan jasa angkutan transportasi udara.

Membuang waktu yang berjam-jam di bandara keberangkatan benar-benar membuat sistem angkutan udara menjadi tidak disukai banyak orang, apalagi untuk bepergian dengan waktu penerbangan yang hanya 2 atau 3 jam saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini diperparah lagi dengan peluang melakukan pemerasan dan pelecehan seksual pada pelaksanaan tambahan prosedur health protocol yang dilaksanakan sebelum terbang.

Posisi dari orang yang akan bepergian menggunakan angkutan transportasi udara sekarang ini adalah pada mereka yang benar-benar urgen untuk melakukan perjalanan. Di sinilah letak kerawanannya, sehingga seseorang akan mudah sekali menjadi korban pemerasan dan juga pelecehan, mengingat urgensi kepentingannya untuk dapat berangkat ke tujuan.

Hal itu pula yang menjadi tantangan. Bahwa pemberlakuan prosedur tambahan berkenaan dengan protokol kesehatan di Bandara, seharusnya dapat dicarikan jalan atau cara yang agak lebih cerdas untuk tidak menambah keterpurukan bisnis penerbangan yang sudah babak belur.

Paralel dengan itu, ketentuan hanya 70 persen kapasitas yang diperbolehkan naik pesawat juga perlu ditinjau ulang. Pertanyaannya adalah dari mana angka 70 persen itu diperoleh, sementara teknologi HEPA Filter di kabin pesawat terbang seharusnya dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan regulasi yang diberlakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.