Gobang, Terbang Semudah Gojek...

Kompas.com - 27/09/2020, 09:11 WIB
Suasana antrian penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta, Senin (14/9/2020) Dok Humas Angkasa Pura IISuasana antrian penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta, Senin (14/9/2020)

BEBERAPA hari lalu beredar berita tentang kasus pemerasan dan pelecehan seksual terhadap seorang wanita calon penumpang pesawat terbang saat melakukan rapid test di Bandara. Sebuah peristiwa yang sangat memalukan sekaligus tidak seharusnya bisa terjadi di sebuah Bandara Internasional sekelas SHIA (Soekarno Hatta International Airport).

Di tengah pandemi virus covid-19, terlihat sekali kekacauan dalam pengelolaan bisnis penerbangan di seluruh dunia sebagai akibat banyak hal terutama sekali menyangkut protokol kesehatan yang wajib dilakukan.

Protokol kesehatan yang penekanannya terfokus kepada pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan sejatinya sangat berlawanan dengan tata kelola dalam melaksanakan operasi penerbangan pada persepektif bisnis.

Ketakutan para pengguna jasa penerbangan terhadap kemungkinan tertular covid-19 telah membuat maskapai penerbangan kehilangan sebagian besar pelanggannya.

Baca juga: Menhub: Pelecehan oleh Petugas Rapid Test di Bandara Soetta Memalukan...

Sementara itu prosedur health protocol sebagai prosedur tambahan bagi para calon penumpang pesawat terbang, telah menambah lagi hilangnya gairah orang untuk menggunakan jasa angkutan transportasi udara.

Membuang waktu yang berjam-jam di bandara keberangkatan benar-benar membuat sistem angkutan udara menjadi tidak disukai banyak orang, apalagi untuk bepergian dengan waktu penerbangan yang hanya 2 atau 3 jam saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini diperparah lagi dengan peluang melakukan pemerasan dan pelecehan seksual pada pelaksanaan tambahan prosedur health protocol yang dilaksanakan sebelum terbang.

Posisi dari orang yang akan bepergian menggunakan angkutan transportasi udara sekarang ini adalah pada mereka yang benar-benar urgen untuk melakukan perjalanan. Di sinilah letak kerawanannya, sehingga seseorang akan mudah sekali menjadi korban pemerasan dan juga pelecehan, mengingat urgensi kepentingannya untuk dapat berangkat ke tujuan.

Hal itu pula yang menjadi tantangan. Bahwa pemberlakuan prosedur tambahan berkenaan dengan protokol kesehatan di Bandara, seharusnya dapat dicarikan jalan atau cara yang agak lebih cerdas untuk tidak menambah keterpurukan bisnis penerbangan yang sudah babak belur.

Paralel dengan itu, ketentuan hanya 70 persen kapasitas yang diperbolehkan naik pesawat juga perlu ditinjau ulang. Pertanyaannya adalah dari mana angka 70 persen itu diperoleh, sementara teknologi HEPA Filter di kabin pesawat terbang seharusnya dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan regulasi yang diberlakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pajak Sembako, BKF: Selama Ini Kami Cenderung Tak Ingin Bebani Rakyat...

Soal Pajak Sembako, BKF: Selama Ini Kami Cenderung Tak Ingin Bebani Rakyat...

Whats New
Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Whats New
PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

Rilis
Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Whats New
8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

Whats New
Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Rilis
Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

Rilis
BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

Whats New
India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

Rilis
Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Whats New
Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Rilis
Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Whats New
Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Whats New
Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X