Menhub: Pelecehan oleh Petugas Rapid Test di Bandara Soetta Memalukan...

Kompas.com - 23/09/2020, 14:54 WIB
Menhub Budi Karya sumadi melakukan pengecekan kesiapan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020). Menhub memastikan segala kesiapan terkait pemulangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAMenhub Budi Karya sumadi melakukan pengecekan kesiapan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020). Menhub memastikan segala kesiapan terkait pemulangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi buka suara terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum petugas rapid test Covid-19 di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pekan lalu.

Menhub sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Pasalnya, saat ini sektor transportasi udara tengah mencoba bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Itu suatu tindakan yang memalukan,” katanya dalam diskusi virtual, Rabu (23/9/2020).

Dengan kehadiran media sosial, Budi menambah, sebuah informasi akan dapat tersebar dengan sangat cepat. Baik itu yang bersifat negatif, maupun positif.

Baca juga: Saatnya Menguasai Kembali Pasar Penerbangan Domestik

“Itu dengan waktu beberapa jam itu sudah tersebar ke seluruh tanah air,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu menilai, di tengah upaya pemulihan sektor transportasi udara, seharusnya informasi yang beredar di media sosial berkaitan dengan kampanye menggunakan pesawat kembali.

Seperti halnya penerapan protokol kesehatan yang terus dilakukan oleh berbagai stake holders penerbangan, hingga sistem penyaring udara di dalam badan pesawat.

“Saya tahu teman-teman pilot, teman-teman pramugari memilki akun atau followers yang banyak, lakukan itu,” ucapnya.

Sebagai informasi, pada akhir pekan lalu, sebuah akun Twitter bernama @listongs menceritakan pengalaman dilecehkan dan diperas oleh oknum penyedia jasa rapid test.

Menindaklanjuti cuitan tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan petugas tes cepat Covid-19 berinisial EFY sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelecehan dan pemerasan terhadap wanita berinisial LHI di Bandara Soekarno-Hatta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X