IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021

Kompas.com - 14/10/2020, 10:08 WIB
IMF shutterstock.comIMF

LONDON, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional ( IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 mendatang.

Dikutip dari CNN, Rabu (14/10/2020) pemangkasan proyeksi merupakan peringatan dari IMF terkait proses pemulihan yang lambat dan panjang. di sisi lain, hal itu akan berdampak pada peningkatan angka kemiskinan.

IMF memproyeksi ekonomi dunia akan mengalami kontraksi 4,4 persen pada 2020, menguat jika dibandingkan dengan proyeksi pada Juni lalu.

Baca juga: IMF: Virus Corona Akan Bebani Sejumlah Negara Selama Bertahun-tahun

Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh oleh pemulihan kinerja perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa setelah kebijakan isolasi atau lockdown dilonggarkan. Di sisi lain, perekonomian China juga kembali tumbuh.

Namun demikian, organisasi dunia itu memangkas proyeksi pada 2021. IMF memperkirakan pada tahun 2021 mendatang perekonomian akan tumbuh 5,2 persen, lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,4 persen.

"Pemulihan dari bencana ini kemungkinan akan berlangsung lama, tidak merata, dan sangat tidak pasti," kata kepala ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah unggahan di blog.

Kinerja perekonomian pada negara-negara maju serta berkembang kecuali China tahun depan diproyeksi akan tetap berada di bawah level tahun 2019.

IMF pun memandang kinerja perekonomian dalam jangka menengah akan tetap suram. Perekonomian diperkirakan akan tumbuh melambat di kisaran 3,5 persen pada tahun 2022 hingga 2025.

Hal itu lantaran perekonomian sebagian besar negara diprediksi akan berada di level yang lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi.

Baca juga: Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Tahun Depan

IMF menekankan ketidakpastian atas proyeksinya sangat besar mengingat masih belum jelas ujung dari krisis kesehatan dan respons ekonomi yang akan dilakukan pemerintah masing-masing negara. Di sisi lain, terjadi peningkatan tingkat utang global.

Jika pemerintahan setiap negara mengumumkan anggaran belanja baru sebagai langkah untuk melawan pandemi, prospek kinerja perekonomian kemungkinan bisa membaik. Meski di sisi lain, jumlah penularan yang terus meningkat dan proses produksi vaksin yang lebih lambat bisa membuat kinerja perekonomian melemah.

https://edition.cnn.com/2020/10/13/economy/ imf-economic-outlook-coronavirus/index.html



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X