Awal Perdagangan, IHSG dan Rupiah Menguat

Kompas.com - 19/10/2020, 09:31 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (19/10/2020). Demikian juga dengan rupiah yang menguat di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.07 WIB, IHSG berada pada level 5.115,61 atau naik 12,19 poin (0,24 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.103,41.

Sebanyak 184 saham melaju di zona hijau dan 68 saham di zona merah. Sedangkan 154 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 849,79 miliar dengan volume 1,09 miliar saham.

Baca juga: Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Adapun bursa saham Asia pagi ini berada di teritori positif, dengan kenaikan indeks Nikkei 1,15 persen, indeks Hang Seng Hong Kong 1,28 persen, indeks Komposit Shanghai 0,78 persen, dan indeks Strait Times 0,52 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, hari ini IHSG berpeluang menguat terbatas terdorong sentimen vaksin dan perkiraan kinerja emiten yang lebih baik di kuartal ke III.

“Hari ini IHSG berpeluang konsolidasi menguat terbatas. IHSG membentuk candle dengan body turun kecil dan shadow di bawah indikasi perlawanan atas tekanan turun,” kata Hans.

Sementara itu, melansir Bloomberg, pukul 09.14 WIB rupiah berada pada level Rp 14.688 per dollar AS, atau menguat 10 poin (0,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.699 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, rupiah hari ini berpeluang menguat ditopang sentimen positif dari eksternal. Pasar merespons positif penyataan Ketua DPR AS Nancy Pelosi bahwa stimulus fiskal AS bisa diluncurkan sebelum pemilu AS.

“Awal pekan ini, pasar dibuka dengan sentimen positif yang mendorong penguatan harga aset berisiko,” kata Ariston.

Selain itu optimisme pasar juga muncul dari rilis data PDB China pada kuartal III tahun 2020 yang diproyeksikan akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Selain faktor eksternal, domestik juga merespon positif Undang – undang Omnibus Law Cipta Kerja. Meskipun sempat berlangsung aksi demo penolakan, namun dengan kondisi yang masih terkendali memberikan sentimen positif kepada asset berisiko termasuk rupiah.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.600 per dollar AS sampai dengan Rp 14.750 per dollar AS.

Baca juga: Omnibus Law dan Vaksin Jadi Penggerak IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X