PP Properti Dapat Peringkat idBBB- dari Pefindo

Kompas.com - 19/10/2020, 18:02 WIB
PT PP Properti Suramadu berencana ikut meramaikan calon kawasan wisata pantai terbesar di Indonesia bagian Timur itu dengan mengembangan proyek superblok bernuansa resor pantai seluas 5,6 hektare. Dok PP Properti Suramadu PT PP Properti Suramadu berencana ikut meramaikan calon kawasan wisata pantai terbesar di Indonesia bagian Timur itu dengan mengembangan proyek superblok bernuansa resor pantai seluas 5,6 hektare.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PP Properti Tbk (PPRO) mendapat hasil pemeringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo) dengan peringkat idBBB- untuk perseroan dan Obligasi I Tahun 2016.

Pefindo juga memberikan peringkat idBBB- untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2020 senilai maksimal Rp 2,4 triliun, Obligasi I Tahap I Tahun 2018, Obligasi I Tahap II Tahun 2019, Obligasi I Tahap III Tahun 2019, MTN XI Tahun 2018, MTN XII Tahun 2018, MTN XIII Tahun 2018, dan MTN XIV Tahun 2019 dengan hasil peringkat BBB-.

Direktur Utama PP Properti Sinur Linda Gustina menyatakan, perseroan memiliki beberapa strategi untuk mempertahankan peringkat dan kondisi keuangan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: PP Properti Tunjuk Direktur Utama Baru

Perubahan pengakuan pendapatan berdasarkan PSAK 72 merupakan salah satu strategi untuk mempercepat serah terima hunian kepada para pembeli unit di beberapa proyek yang selesai tahun ini.

“PPRO tetap melanjutkan strategi yang sudah berjalan, di antaranya fokus mempercepat serah terima unit apartemen, memperkuat teknologi informasi perusahaan dalam rangka penerapan digital marketing, meningkatkan portofolio perusahaan di produk landed house, mengontrol pengeluaran belanja modal, melakukan divestasi saham Anak Perusahaan, memperkuat kerja sama dengan perbankan dan upaya lainnya untuk meningkatkan likuiditas serta meningkatkan porsi recurring income," kata Linda dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Perseroan memiliki 5 hotel yang telah beroperasi antara lain di Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan Pekanbaru serta 2 shopping mall yang berada di Bekasi dan Surabaya.

Selama kondisi pandemi, hotel tetap beroperasi dengan menerapkan Standar CSHE (cleanliness health safety environment), dan shopping mall tetap beroperasi melayani pengunjung dengan mengikuti aturan PSBB transisi sesuai ketentuan pemerintah setempat.

Baca juga: Kejar Pendapatan Rp 3,1 Triliun, PP Properti Garap Proyek Rumah Tapak

"Saat ini kontribusi recurring income PPRO yang berasal dari hotel dan shopping mall sekitar 7 persen," tambah Linda.

Dia menyebut, pihaknya terus menjaga komitmen kepada konsumen untuk menyelesaikan 7 proyek yang siap diserahterimakan hingga akhir tahun, antara lain Grand Sungkono Lagoon Tower Caspian dan Grand Dharmahusada Lagoon Tower Olive di Surabaya, Begawan apartemen di Malang, Amartha View dan The-Alton di Semarang, Evenciio di Margonda Depok dan The Ayoma Apartemen di Serpong.

Sampai dengan akhir tahun ini, PPRO memiliki MTN yang akan jatuh tempo pembayaran.

“Kami tetap berkomitmen untuk melunasi seluruh instrumen utang yang akan jatuh tempo hingga akhir tahun 2020, sesuai dengan komitmen awal perseroan terhadap para investor," terang Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X