REI Harapkan Tapera Menjadi Solusi Pendanaan Jangka Panjang untuk Perumahan

Kompas.com - 19/10/2020, 17:33 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPRIlustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) berharap Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mampu menjadi sumber pendanaan jangka panjang untuk penyediaan modal perumahan di Indonesia.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan, penyediaan pendanaan jangka panjang mampu menjadi solusi di tengah kian mahalnya harga rumah.

"Kami sangat mengharapkan Tapera sebagai solusi permasalahan pembiayaan perumahan. Sebagai solusi penyedia dana jangka panjang dan sebagai penyandang dana. Itu yang kami harapkan," kata Totok dalam diskusi virtual, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Ikut Tapera, Milenial Bergaji Rp 5 Juta Mudah Dapat Kredit Rumah

Totok menuturkan, pendanaan jangka panjang ini juga diperlukan untuk memulihkan sektor properti akibat pandemi Covid-19. Tercatat, kinerja sektor properti loyo di semua segmen bisnis.

Segmen mal misalnya, anjlok hingga 85 persen. Sektor akomodasi seperti hotel pun susut hingga 90 persen, perkantoran menurun 74,6 persen, dan rumah komersil melemah antara 50-80 persen.

Hanya segmen rumah bersubsidi yang masih mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Khususnya di daerah dan akibat anggaran Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sudah cair mencapai Rp1,5 triliun (untuk rumah bersubsidi)," sebutnya.

Baca juga: BP Tapera Bakal Tambah Manajer Investasi

Selain menjadi sumber pendanaan jangka panjang, Tapera diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, antara lain Kementerian PUPR, bank mitra, dan Pengembang. Tujuannya agar memudahkan implementasi ketentuan bisnis di masa pandemi.

Beberapa harapan lainnya, antara lain, menyediakan bunga yang lebih murah dengan tenor yang jauh lebih panjang, mempercepat mekanisme ketentuan stimulus pembiayaan, tata kelola yang transparan terhadap dana publik, dan perluasan cakupan berbagai paket subsidi rumah.

"Misalnya untuk harga rumah di bawah Rp 200 juta, juga cakupan pasar bagi golongan karyawan kontrak dan non-fix income dibatasi," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.