Menhub Tawarkan Proyek Infrastruktur Transportasi ke Perusahaan AS

Kompas.com - 21/10/2020, 08:20 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi saat softlauncing pengoperasian jalur ganda KA Lintas Selatan Jawa, Kamis (8/10/2020) HUMAS KEMENHUBMenhub Budi Karya Sumadi saat softlauncing pengoperasian jalur ganda KA Lintas Selatan Jawa, Kamis (8/10/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menawarkan proyek-proyek infrastruktur sektor transportasi kepada perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut ia sampaikan dalam gelaran US-ASEAN Business Council (US-ABC) yang dihadiri oleh para pimpinan perusahaan asal AS.

Budi menjelaskan, pemerintah tengah fokus dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi seperti bandara, pelabuhan, jaringan terminal transportasi darat dan kereta api, dan angkutan massal perkotaan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kami mengundang para investor nasional maupun asing, untuk berinvestasi membangun dan mengoperasikannya,” ujarnya dalam  keterangan tertulis, dikutip Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Laporan WEF: 85 Juta Pekerjaan Bakal Digantikan Mesin pada 2025

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu memastikan, saat ini pemerintah juga sedang melakukan penyempurnaan regulasi, terobosan kebijakan, serta membuka opsi berbagai skema pendanaan untuk mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia.

"Hal ini tercermin dari disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law," kata dia.

Penerbitan UU sapu jagat itu diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi dan daya saing Indonesia.

Meskipun AS telah menjadi salah satu investor luar negeri terbesar nasional, namun saat ini mayoritas modal ditempatkan ke proyek-proyek sektor pertambangan.

Baca juga: Menaker: Pak Jokowi Memilih Menjalani Risiko

Menhub sangat berharap melalui skema KPBU, banyak investor AS yang tertarik untuk berpartisipasi dan berinvestasi dalam proyek infrastruktur transportasi Indonesia.

Selain itu, Budi juga mendorong terciptanya konektivitas transportasi antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui “travel bubble” atau koridor perjalanan yang aman dan sehat dalam rangka upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, terutama bagi kalangan bisnis.

“Indonesia telah membuat koridor perjalanan dengan Tiongkok, Korea Selatan serta Singapura. Untuk itu kami juga mendorong terciptanya koridor perjalanan yang aman antara Indonesia dan Amerika Serikat serta berbagai negara lainnya dalam rangka bisnis dan pemulihan ekonomi” ucapnya.

Baca juga: Pendaftaran BLT UMKM Hanya Bisa Offline, Berikut Cara dan Syaratnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X