Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 27/10/2020, 08:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan bergerak melemah pada Selasa (27/10/2020). Kemarin, IHSG ditutup menguat 0,6 persen pada level 5.144,04.

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Amerika dan Eropa menyebabkan indeks saham keduanya bergerak negatif. Dia bilang ini bisa mendorong pelemahan bursa saham domestik.

“Pasar kemungkinan hari ini akan terkoreksi ya, lonjakan kasus Covid-19 terjadi cukup besar dan di Eropa menandakan potensisecond wave. Sektor teknologi Eropa tumbang, turun 7,4 persen. AS juga masih memegang rekor tertinggi,” kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Awal Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Kondisi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Eropa membuat negara tersebut mencatatkan rekor harian tertinggi. Di Italia, bar dan gym ditutup lebih awal dari biasanya, sementara di Spanyol diberlakukan aturan jam malam.

Di sisi lain, perundingan paket stimulus AS masih belum mencapai kesepakatan. Padahal stimulus yang bisa dikucurkan sesegera mungkin akan membantu pemulihan ekonomi AS. Para investor menilai, stimulus tidak mungkin bisa selesai sebelum pemilu AS.

Dari dalam negeri, jelang libur pada Kamis (29/10/2020) bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga berpotensi mendorong indeks melemah. Hans bilang pasar mungkin akan wait and see dan cenderung profit taking.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator MACD, Stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Hans memproyeksikan IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5.113 sampai 5.063 dan resistnace di level 5.183 sampai 5.200.

Simak rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini:

1. Anugrah Investama

AALI area akumulasi di level 10.350 – 10.650, TP 11.00 – 11.300, cut loss bila turun di level 10.100.
AKRA area akumulasi di level 2.610 – 2.660, TP 2.770 – 2.820, cut loss bila turun di level 2.550.
MAPI area akumulasi di level 625 - 650, TP 675 - 690, cut loss bila turun di level 610.

2. Binaartha Sekuritas
ADRO akumulasi buy di level 1.130 – 1.145, TP 1.200 – 1.530, support 1.130 – 1.075
ERAA partial sell pada area 1.725 – 1.745, TP 1.650 – 1.805
INDF akumulasi buy di level 7.025 – 7.075, TP 7.175 – 8.375, Support 6.800.

3. Panin Sekuritas
MIKA rekomendasi buy 2.650 – 2.690, TP 2.800, stop loss <2.620.
PGAS rekomendasi buy 1.090 – 1.100, TP 1.145 – 1.200, stop loss <1.030.
SIMP rekomendasi and hold >310, TP 348 - 360

Baca juga: Stimulus AS dan Vaksin Covid-19 Bayangi IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Whats New
Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Whats New
Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Whats New
Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Smartpreneur
Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Whats New
IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

Whats New
Penting, UMKM Harus Mulai Mendaftarkan Merek Dagang

Penting, UMKM Harus Mulai Mendaftarkan Merek Dagang

Whats New
Ini 4 Ketrampilan dan Cara Menghadapi Seorang Introvert di Tempat Kerja

Ini 4 Ketrampilan dan Cara Menghadapi Seorang Introvert di Tempat Kerja

Work Smart
Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

Whats New
Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Whats New
Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Whats New
Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Whats New
Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Whats New
Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+