Kompas.com - 27/10/2020, 19:07 WIB
Ilustrasi belanja online dengan aplikasi Lazada. DOK LAZADA INDONESIAIlustrasi belanja online dengan aplikasi Lazada.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring berkembang dan meningkatnya bisnis e-commerce, potensi munculnya para penjual atau seller nakal pun kian besar.

Cara seller nakal kian besar beraneka ragam, mulai dari membuat harga yang tidak wajar hingga memperjualbelikan barang yang tidak semestinya.

Misalnya seperti yang belum lama ini terjadi, ada seller yang menjual Gedung DPR RI hingga menjual uang koin dengan harga yang tinggi.

Chief Customer Care Officer Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan pihaknya selalu menindaktegas para seller yang kedapatan melakukan tindakan curang saat menjual produk.

Baca juga: Hak Cuti Tahunan ASN Tak Berkurang Meski Cuti Bersama

Lazada bahkan memiliki tim khusus yang bertugas untuk memantau para seller.

"Memang ada beberapa seller yang masih melakukan kegiatan itu dan kami di Lazada memiliki tim yang bertugas untuk memantau jika ada produk yang di luar nalar ataupun produk yang memiliki harga yang tidak masuk akal," ujarnya dalam diskusi webinar Kenali Hak Konsumen dalam Berbelanja Online," Selasa (27/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, sebelum para seller bergabung ke platform Lazada, mereka sudah terlebih dahulu menandatangani kontrak kerja sama antara Lazada dan pihak seller.

Dalam kontrak tersebut pun sudah dicantumkan bahwa seller tidak boleh menjual barang yang dilarang dan membuat harga produk yang tidak masuk akal.

Baca juga: Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp 12,3 Triliun

Bila para seller ketahuan melanggar isi kontrak tersebut, maka tim Lazada pun langsung menurunkan produk tersebut dari platform Lazada.

Tak hanya itu, toko seller tersebut pun juga langsung ditutup.

"Jadi ketika ada seller yang ketahuan melakukan hal yang melanggar dari kontrak itu baik itu menjual produk yang tidak diinginkan atau menjual dengan harga tinggi, langsung kami proses. Produk akan langsung kami turunkan atau bahkan tokonya kami tutup dan tidak masuk lagi ke platform kami," kata Ferry.

Baca juga: UMP 2021 Tak Naik, KSPSI: Ini Sangat Memberatkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.