Menteri Edhy: Tanpa Terumbu Karang, Jangan Pikir Ikan Akan Melimpah

Kompas.com - 13/11/2020, 13:33 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melihat proses pemijahan lobster jenis mutiara, pasir dan bambu di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Minggu (30/8/2020). ANTARA FOTO/JIMMY AYALMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melihat proses pemijahan lobster jenis mutiara, pasir dan bambu di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Minggu (30/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan menanam satu terumbu karang sama dengan menanam 20 pohon di daratan.

Menurut dia, Indonesia perlu memiliki konservasi terumbu karena karena sumber daya ikannya yang melimpah. Tercatat Indonesia punya sumber daya ikan sebesar 12,54 juta ton per tahun dan 39 persen jenis ikan karang di dunia.

Indonesia pun rumah bagi 596 jenis terumbu karang atau 69 persen dari total terumbu karang di dunia, dengan luas tak kurang dari 25.000 kilometer atau sebesar 14 persen dari luas terumbu karang dunia.

"Terumbu karang tempat berkembang biaknya ikan-ikan selama ini kita makan. Tanpa terumbu karang, jangan pernah berpikir sumber daya alam kita akan berkembang biak. Yang ada malah kekurangan ikan," kata Edhy dalam sambutan di Kick-off Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI), Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Menteri Edhy Memuji Satu Gagasan Era Susi Pudjiastuti, Apa Itu?

Edhy menuturkan, banyak manfaat yang bisa diambil dari menjaga terumbu karang. Satu terumbu karang menghasilkan oksigen 20 kali dari pohon di daratan.

Pelestariannya dan pemanfaatan yang benar pun akan mampu menciptakan lapangan pekerja bagi masyarakat pesisir. sebagai penghasil koral terbesar di dunia, banyak masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari pemanfaatan koral.

"Dengan mengarahkan pada penyelematan karang, kita juga menjamin masa depan. Makanya bagi kami ini adalah inti keberhasilan pengelolaan laut Indonesia," ucap Edhy.

Edhy ingin membuktikan, kegiatan yang berfokus pada keberlanjutan/ramah lingkungan (sustainability) tidak bertentangan dengan ekonomi. Namun tentu dibutuhkan aturan main yang sesuai dan pengawasan yang terkendali.

"Kita harus menunjukkan bahwa dengan membangun keberlanjutan, kita bisa manfaatkan lingkungan, tentunya ada aturannya. Dan semakin kita jaga, ikan-ikan akan tumbuh. Kami juga akan fokus di hilirnya," pungkas Edhy.

Adapun pelaksanaan COREMAP-CTI kali ini diadakan di Sorong, Papua Barat. Pelaksanaan COREMAP-CTI ini bertujuan untuk melindungi dan mengelola pemanfaatan terumbu karang serta ekosistem terkait di Papua Barat.

Di Papua Barat, pelaksanaan COREMAP-CTI meliputi tiga tempat prioritas, yakni Suaka Alam Perairan Kepulauan Raja Ampat, Suaka Alam Perairan Kepulauan Waigeo sebelah barat, dan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Raja Ampat.

Baca juga: Jadi Penyintas Covid-19, Menteri Edhy Mengaku Sempat Mimpi Buruk dan Tolak Ventilator



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X