[POPULER DI KOMPASIANA] Banjir Promo 11.11 | UMK Rendah di Brebes | Sirkuit Mandalika Jadi Cadangan

Kompas.com - 14/11/2020, 15:42 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPASIANA---Saat pandemi dan resesi, berbagai platform jual beli online berloba-lomba berikan tawaran yang menggiurkan: dari diskon hingga gratis barang tertentu.

Setiap tahun, tepat pada 11 November para merchant benar-benar mamanjakan para konsumen dalam tajuk promo 11.11. Akan tetapi, kita semua tahu bahwa keadaan finansial tidak sedang baik-baik saja.

Sebagai konsumen, tentu saja, kita tidak ingin rugi --dalam arti membeli barang yang justru malah tidak begitu perlu kegunaannya. Artinya, amat bijak jika pada promo 11.11 kita dapat membeli hanya sesuai kebutuhan.

Jadi, sudah mendapat barang apa saja sejak kemarin?

Selain geliat promo 11 November itu, masih ada konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana dalam sepekan.

1. Maaf Ya... Harbolnas 11.11 Kali Ini Saya "Nggak" Dulu

Kompasianer Martha Weda tahu setiap kali ada promo 11.11 pasti banyak ditunggu oleh orang-orang. Apalagi sebagai Ibu Rumah Tangga jika bisa memanfaatkan momen langka ini guna berburu barang murah.

Akan tetapi, khusus pada tahun ini, Kompasianer Martha Weda lebih memilih untuk pasif saja, sebagai pendengar dan penonton.

Kompasianer Martha Weda menjelaskan ada 3 alasan/faktor yang membuatnya seperti itu.

"Menyikapi kondisi yang tidak biasa ini, saya menahan diri dari berbelanja barang secara berlebihan. Saat ini saya lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Sulitnya Hidup di Brebes, UMK Rendah tapi Biaya Hidup Jakarta

Menggambarkan Brebes saat ini, tulis Kompasianer Yudi Rahardjo, ibarat gula yang diperebutkan banyak semut.

Kabupaten yang kini sedang menjadi incaran banyak pabrik dan menjadi kawasan industri. Pasalnya, sebagaimana Kompasianer Yudi Rahardjo menganggap Brebes adalah lokasi yang dinilai strategis adalah hal yang tidak terbantahkan.

Akan tetapi, sayangnya itu tidak berbanding lurus dengan biaya hidup dengan UMK Brebes yang hanya sekitar Rp 1,8 juta, untuk biaya uang kost yang ada di dekat pabrik, dibutuhkan biayanya sekitar Rp 600-700 ribu.

"Keadaan ini disebabkan oleh warga Brebes yang memiliki kiblat wilayah pabrik seperti di JABODETABEK Bekasi, harga makanan yang ada di Brebes dibuat bersaing seperti harga makanan di sana," lanjut Kompasianer Yudi Rahardjo. (Baca selengkapnya)

3. Hidup di Korea Selatan Tanpa Alkohol? Mustahil!

Terkait minuman beralkohol, Kompasianer Sherrin Salim ingat pepatah kuno Korea yang berbunyi “sul-eun sin-i naelin gajang keun seonmul”, yang artinya alkohol merupakan hadiah terbesar dari Tuhan.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, masyarakat Korea menikmati sul tidak hanya pada acara tertentu saja.

Sudah begitu, hampir dikonsumsi pada setiap kesempatan dan diibaratkan sebagai sesuatu yang harus ada bagi masyarakat Korea.

"Tak jarang masyarakat Korea sampai mabuk berat ketika sedang makan-makan akibat gelasnya yang dipenuhi oleh alkohol terus menerus," tulis Kompasianer Sherrin Salim

Oleh karena itu, lanjutnya, budaya minum sul telah menjadi identitas masyarakat Korea yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan budaya mereka. (Baca selengkapnya)

4. Jangan Sakit! Sehat Itu Mahal!

Bagi Kompasianer Abdul, tema yang cocok dalam memeringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020 ini adalah "Jangan Sakit, Sehat Itu Mahal!"

Ada 2 alasan mengapa tema itu dianggap tepat, yakni (1) ungkapan yang biasa diucapkan oleh ibu-ibu di Indonesia untuk menasihati anaknya dan (2) bahwa biaya orang sakit agar kembali sehat memang mahal.

"Tetapi terkait peringatan HKN tahun ini sebaiknya kita banyak-banyak merenung. Masalah kesehatan di Indonesia bukan cuma pandemi Covid-19," tulis Kompasianer Abdul.

Selain pandemi, lanjutnya, masih banyak masalah kesehatan yang belum tertangani secara optimal. Cukupi gizi dan saling peduli antartetangga, misalnya. (Baca selengkapnya)

5. Di Kalender Sementara MotoGP 2021, Sirkuit Mandalika Cuma Jadi Cadangan

Banyak sekali yang berharap kalau Indonesia bisa menjadi tuan rumah ajang balap motor terbesar di dunia, MotoGP pada 2021.

Sayangnya, kita mesti realistis kalau Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini masuk dalam kalender MotoGP 2021 dengna status cadangan.

Tidak hanya itu, Sirkuit Mandalika juga mesti bersaing dengan sirkuit Algarve Portugal dan Igora Drive Circuit Rusia.

Untuk itulah Kompasianer Yayat lebih fokus pada perkembangan pembangunan sirkuit, masalah yang ada di baliknya, dan pengalaman di-PHP in dalam urusan balapan MotoGP.

"Pembangunan sirkuit tak berjalan cukup cepat. Masih banyak yang harus dilakukan seperti pengaspalan, pembangunan paddock, tribun dan fasilitas penunjang seperti hotel, rumah sakit dan lain-lain," tulisnya. (Baca selengkapnya)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X