Mendag Yakin Peningkatan Perdagangan Batu Bara Bisa Dorong Perekonomian

Kompas.com - 25/11/2020, 11:02 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-52 secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Biro Humas KemendagMenteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-52 secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, perumusan strategi yang konkret dalam meningkatkan perdagangan batu bara di tingkat global, termasuk Indonesia, dapat meningkatkan ekonomi dunia.

Hal tersebut diungkapkan Agus dalam Coaltrans Asia 2020 Virtual Conference yang diselenggarakan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Ia menjelaskan, karantina wilayah (lockdown) yang dilakukan sebagian besar negara akibat pandemi Covid-19 telah melemahkan industri manufaktur dunia. Kondisi ini pun berdampak pada penurunan kebutuhan bahan baku dan penunjang industri, seperti energi listrik yang berasal dari batu bara.

"Untuk itulah diperlukan berbagai strategi konkret dan solid dari berbagai pihak terkait untuk membangkitkan perdagangan batu bara dunia,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Kamis (25/11/2020).

Baca juga: Begini Konsep Sementara Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan

Menurutnya, batu bara merupakan salah satu produk strategis bagi Indonesia. Berdasarkan data International Energy Agency Coal Information (2020), pada 2019 Indonesia tercatat sebagai produsen batu bara terbesar ke-4 dengan jumlah produksi sebesar 616 juta ton.

Posisi tersebut berada di bawah China yang sebesar 3.693 juta ton, India 769 juta ton, dan Amerika Serikat 640 juta ton. Selain itu, Indonesia tercatat sebagai eksportir ke-2 terbesar di dunia dengan pangsa pasar 18,14 persen, setelah Australia yang sebesar 37,23 persen.

Secara tren, ekspor batu bara Indonesia di pasar global tumbuh 11,77 persen pada periode lima tahun terakhir atau 2015-2019.

Sayangnya, pada Januari-September 2020 nilai ekspor batu bara turun 25,45 persen menjadi 12,30 milar dollar AS, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini seiring adanya pandemi yang melanda dunia.

Oleh sebab itu, Indonesia perlu menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan kembali kinerja perdagangan batu bara. Agus menilai, pada dasarnya batu bara Indonesia cukup unggul, lantaran ramah lingkungan dan rata-rata kalori yang dihasilkan serta kadar sulfurnya lebih rendah.

"Sehingga, batu bara asal Indonesia sangat berkualitas dan aman digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” kata Mendag.

Baca juga: Sebelum Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Gelar Kunjungan Kerja ke Hawaii

Agus memaparkan, sejumlah langkah strategis telah diuapayakan Kemendag dalam mendorong kinerja ekspor batu bara. Salah satunya, dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permenda) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor Batu Bara dan Produk Batu Bara.

"Permendag diterbitkan sebagai upaya menjaga keseimbangan dan keberlangsungan ekspor batu bara dan produk batu bara. Dengan kebijakan tersebut, ekspor batu bara difokuskan pada produk hilir dan bernilai tambah," ucap dia.

Langkah lainnya dengan mengembangkan sistem logistik nasional, melalui penerbitan Permendag Nomor 65 Tahun 2020 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut Nasional dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu.

Lewat beleid tersebut Kemendag mewajibkan penggunaan asuransi serta angkutan laut nasional untuk ekspor batu bara dan minyak kelapa sawit serta untuk impor beras di Indonesia.

Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ini Kata KKP



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X