Gara-gara Covid-19, Pendapatan Asli Daerah Merosot Rp 33,88 Triliun

Kompas.com - 26/11/2020, 18:22 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan melaporkan, pendapatan asli daerah (PAD) hingga 31 Oktober 2020 merosot Rp 33,88 triliun atau 14,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti menjelaskan, pada Oktober 2020 total PAD nasional mencapai Rp 194,36 triliun. Sementara tahun lalu di periode yang sama, total PAD nasional mencapai Rp 228,24 triliun.

"Adanya pandemi Covid-19 dan kondisi belakangan ini pertambahannya cukup signifikan sehingga sebabkan pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun regional atau daerah ini terganggu atau menurun walau pada kuartal III pertumbuhan (ekonomi) sudah mulai bangkit," ujar Prima ketika melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Pengganti Edhy Prabowo Diharapkan Tidak Berasal dari Parpol

Penurunan PAD terjadi lantaran pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat untuk menekan angka persebaran kasus Covid-19.

Prima menjelaskan, penurunan PAD nasional tersebut terlihat dari menurunnya penerimaan pajak daerah sepertu pajak hotel yang menurut hingga 53 persen, pajak restoran sebesar 38 persen, serta pajak hiburan merosot hingga 57 persen.

"Padahal ketiga jenis pajak ini merupaan backbone dari penerimaan daerah, khususnya daerah yang punya sumber terbesar dari pariwisata," ujar Prima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak heran kalau kita lihat, daerah yang fokusnya di pariwisata shocknya itu lebih besar dibandingkan lain selain daerah episentrum Covid-19," jelas dia.

Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah pun telah menyiapkan beberapa program untuk menekan dampak penurunan PAD lebih lanjut.

Baca juga: Wisata di Kawasan Konservasi, Pemerintah Terapkan Konsep 3C

Di antaranya yakni melalui program pinjaman daerah yang nilai awalnya sebesar Rp 10 triliun, sebelum akhirnya meningkat jadi Rp 20 triliun.

PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) juga mengalokasikan program pinjaman daerah dengan nilai Rp 5 triliun.

Selain itu, pemerintah pusat juga mengakomodir kegiatan tahun jamak. Sebab, saat ini sudah memasuki akhir tahun dan ada kemungkinan proyek di daerah tidak dapat rampung di penutup tahun 2020.

"Kita juga akomodir kegiatan tahun jamak mengingat PEN ini sudah di kuartal III dan kuartal IV di 2020 sehingga ada kemungkinan proyek yang dilakukan tidak selesai di 2020 maka dibuka kesempatan untuk bisa diselesaikan di tahun berikutnya," jelas Prima.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Whats New
[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas 'Words Bubble Up Like Soda Pop' | 'Rurouni Kenshin: The Beginning' Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel 'Venom' Dirilis

[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas "Words Bubble Up Like Soda Pop" | "Rurouni Kenshin: The Beginning" Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel "Venom" Dirilis

Rilis
BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

Rilis
Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Rilis
Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Whats New
Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Rilis
Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Whats New
Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Whats New
Batas Maksimum Gaji Pegawai DKI Rp 4,5 Juta Untuk Dapat Subsidi Upah

Batas Maksimum Gaji Pegawai DKI Rp 4,5 Juta Untuk Dapat Subsidi Upah

Whats New
Harga Batu Bara Acuan Tembus 130 Dollar AS per Ton, Tertinggi Dalam 1 Dekade

Harga Batu Bara Acuan Tembus 130 Dollar AS per Ton, Tertinggi Dalam 1 Dekade

Whats New
Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Whats New
 Kuartal II 2021, Bank Permata Catatkan Laba Bersih Rp 639 Miliar

Kuartal II 2021, Bank Permata Catatkan Laba Bersih Rp 639 Miliar

Whats New
Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X