Tarik Wisatawan ke RI, Luhut: Jangan Jual Ide Kekerasan yang Buat Negeri Kita Ditakuti

Kompas.com - 27/11/2020, 12:58 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya kedamaian serta ketenangan yang diserukan untuk menarik para wisatawan agar tertarik berkunjung ke Indonesia.

Hal ini dia sampaikan dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) Percepatan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

"Dan ketenangan, kedamaian itu dilakukan oleh kita para pemimpin-pemimpin intelektual ini. Jangan kita menjual ide-ide kekerasan yang membuat negeri kita ini jadi ditakuti orang. Saya serius, sebagai yang paling senior di ruangan ini saya ingin sampaikan itu," kata Luhut melalui tayangan Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Ditambah lagi, lanjut Luhut, keributan yang dilakukan karena adanya ambisi kekuasaan.

"Jadi, jangan sampai karena kepentingan-kepentingan politik kita, ambisi-ambisi politik kita, birahi kekuasan kita, kita buat keributan. Itu saya kira dosa yang paling besar dari seorang pemimpin yang mengetahui itu," ujar Luhut.

Padahal, menurut Luhut, keinginan pemerintah adalah ingin menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Ia menambahkan, dengan adanya kondisi keributan yang dimunculkan maka negara lain masih enggan berkunjung ke Indonesia.

"Kita sekarang membuat orang menciptakan lapangan kerja. Jadi kejadian akhir-akhir ini membuat orang menilai negara kita begini-begini saja, ketakutan. Kalau orang takut datang kemari yang akan rugi itu adalah nanti rakyat kecil," kata Luhut.

"Jadi kita sebagai pemimpin rakyat harus memberikan kedamaian, ketenangan, dan memberikan kesan "eh, kau datang kemari, pasti kita jamin," imbuh dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X