Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Kompas.com - 29/11/2020, 07:32 WIB
Ilustrasi UMKM makanan dan minuman Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi UMKM makanan dan minuman
|

JAKARTA, KOMPAS.COM - PT Pertamina (Persero) terus mendorong penggunaan elpiji subsidi yang lebih tepat sasaran. Pertamina melaporkan, setidaknya saat ini 75 persen elpiji 3 kilogram (kg) digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, 17 persen UMKM dan sisanya 8 persen digunakan petani dan nelayan.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari mengatakan, pihaknya mendorong pelaku usaha yang tidak lagi masuk dalam kategori usaha mikro untuk naik kelas menggunakan elpiji non-subsidi atau Bright Gas, melalui program Pinky Movement.

“Melalui program pinky movement, Pertamina akan terus melakukan sosialisasi kepada para UMKM untuk dapat naik kelas menggunakan elpiji nonsubsidi Bright Gas agar pemanfaatannya tepat sasaran,” kata Heppy, dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (28/11/2020). 

Baca juga: Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Lebih lanjut, Heppy menjelaskan, melalui program tersebut Pertamina juga akan memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang menggunakan gas elpiji non subsidi.

Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah fasilitas pinjaman untuk modal usaha.

Pinky Movement merupakan program pinjaman modal usaha kepada UMKM outlet elpiji untuk mengembangkan bisnis dengan menjual elpiji non-subsidi.

"Bisa juga UMKM pengguna elpiji subsidi yang ingin beralih menggunakan elpiji non-subsidi maupun UMKM kuliner yang ingin mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan elpiji nonsubsidi," tutur Heppy.

Sampai saat ini, program Pinky Movement telah menyasar setidaknya 2.000 outlet dan 100 usaha kecil pengguna LPG subsidi.

Baca juga: Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Menurut Heppy, program ini merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan, atau kini dikenal sebagai Creating Shared Value.

“Pertamina menawarkan pembiayaan pinjaman murah kepada UMKM yang memiliki usaha penjualan elpiji atau usaha lainnya di bidang kuliner dan berniat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan elpiji non-subsidi,” katanya.

Sementara itu, Vice President CSR dan SMEPP Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan sesuai dengan peta jalan atau roadmap program Pinky Movement akan dilanjutkan hingga tahun 2023.

“Kedua sektor ini menempati posisi kedua setelah sektor perdagangan dan kuliner, selain itu memiliki potensi penggunaan LPG dalam menjalankan usaha,” ucap Arya.

Baca juga: Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X