Sri Mulyani Ubah Tarif Pungutan Ekspor Produk Sawit

Kompas.com - 04/12/2020, 14:07 WIB
Seorang pekerja memuat buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat Antara/Sahrul Manda Tikupadang via REUTERSSeorang pekerja memuat buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam hal ini  Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengubah tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit mulai pekan depan.

Hal tersebut sejalan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2020 tentang Perubahan PMK Nomor 57 Tahun 2020 tentang Tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Kadiv Pemungutan Biaya dan Iuran Produk Turunan Direktorat Penghimpunan Dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kus Emy Puspita Dewi menjelaskan, besaran tarif pungutan ekspor berlaku produk kelapa sawit termasuk minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya.

Baca juga: Ditanya soal Ekspor Benih Lobster, Ini Kata Syahrul Yasin Limpo

Adapun penetapan tarif ditetapkan berdasarkan harga referensi Kementerian Perdagangan dengan cut off perhitungan pungutan tarif tersebut adalah tanggal penerbitan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

"Pengenaan tarif baru tersebut mulai berlaku pada 10 Desember 2020, atau 7 hari setelah diundangkan pada 3 Desember 2020," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (4/12/2020).

Lebih lanjut Emy mengatakan, dasar pertimbangan penyesuaian tarif layanan pungutan ekspor adalah tren positif harga CPO, dan keberlanjutan pengembangan layanan dukungan pada program pembangunan industri sawit nasional.

"Layanan tersebut antara lain perbaikan produktivitas di sektor hulu melalui peremajaan perkebunan kelapa sawit, serta penciptaan pasar domestik melalui dukungan mandatori biodiesel," tuturnya.

Ke depannya, Emy menyebutkan kebijakan tersebut akan terus dilakukan evaluasi setiap bulannya untuk dapat merespon kondisi ekonomi yang masih dibayang-bayangi ketidakpastian.

Baca juga: Adik Prabowo Jelaskan Keberadaan Perusahaannya dalam Ekspor Lobster



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X