Pengembangan EBT Jadi Jurus Pertamina Capai Target Valuasi Pasar 100 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 08/12/2020, 17:42 WIB
2020 Pertamina kembali mengembangkan energi baru terbarukan, yakni bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar B20. Dimana bahan bakar jenis diesel ini merupakan pencampuran antara B2,5 Fatty Acid Mathyl Ester (FAME) dengan Solar. DOK PERTAMINA2020 Pertamina kembali mengembangkan energi baru terbarukan, yakni bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar B20. Dimana bahan bakar jenis diesel ini merupakan pencampuran antara B2,5 Fatty Acid Mathyl Ester (FAME) dengan Solar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Transisi energi menuju energi baru terbarukan ( EBT) menjadi salah satu fokus program yang tengah dijalankan PT Pertamina (Persero).

Selain untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar, langkah tersebut juga dilakukan untuk mencapai target perseroan.

Direktur Strategi Portofolio dan New Ventures Pertamina, Iman Rachman, mengatakan, pertumbuhan EBT dalam badan perseroan diharapkan dapat merealisasikan visi Pertamina capai valuasi pasar sebesar 100 miliar dollar AS atau setara Rp 1.410 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per dollar AS) pada 2024.

Baca juga: Pertamina Disebut Sudah Rambah Industri Tenaga Listrik Sejak 1980-an

"Demi mencapai target kontribusi pendapatan dari sektor energi baru dan terbarukan sebesar 5,7 persen dari total pendapatan konsolidasi perusahaan pada 2030,” kata Iman dalam seminar virtual, Selasa (8/12/2020).

Selain itu, Pertamina juga disebut telah melakukan investasi kepada perusahaan yang menerapkan sistem environmental, social, and governance (ESG).

Melalui langkah tersebut, Iman meyakini Pertamina siap menghadapi berbagai tantangan terkait transisi energi.

"Sejalan dengan apa yang diinginkan investor untuk melakukan investasi di perusahaan-perusahaan yang menerapkan ESG, baik investor sebagai pemegang saham maupun kreditor," kata dia.

Sementara itu, Vice President Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin, mengatakan, EBT akan mengalami pertumbuhan paling cepat dibanding sumber lain terhadap bauran energi primer.

Baca juga: Pertamina Energy Institute: Kebutuhan Energi Turun 16 Persen pada 2020

Dari tiga skenario yang dibuat oleh Pertamina Energy Institute, dua diantaranya menunjukan EBT akan tumbuh paling cepat dibanding sumber energi lainnya.

Jika mengacu pada skenario Market Driven, dimana pemerintah memberikan fokus lebih terhadap percepatan transisi energi, bauran EBT akan mencapai 16 persen pada 2030.

"Jadi kita memerlukan dukungan kebijakan. EBT akan menjadi energi primer dengan pertumbuhan paling tinggi," ujar Hery.

Dengan asumsi pertumbuhan tersebut, Hery menyebutkan, pemerintah dapat meraliasikan target penurunan emisi yang telah dipatok, yakni sebesar 28 persen.

"Meskipun demikian, ini memerlukan dukungan disrupsi lainnya. Seperti pertumbuhan kendaraam bermotor listrik, penggunaan biofuel, maupun penggunaan gas alam," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X