OJK: BPD Jadi Bank Lebih Resilience Terhadap Pandemi Covid-19

Kompas.com - 08/12/2020, 17:10 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Bank Pembangunan Daerah (BPD) adalah bank yang lebih resilience (ketahanan terhadap krisis) dalam menghadapi masa Covid-19.

Menurut Wimboh, ketahanan tersebut terlihat dari kinerja perseroan, baik pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), rasio kredit macet (non-performing loan/NPL), dan likuiditasnya.

"Kami (memberikan) apresiasi kepada BPD, karena dari angka yang kami peroleh, BPD adalah kelompok bank yang ternyata lebih resilience dalam menghadapi masa Covid-19," kata Wimboh dalam acara Penandatanganan Pernyataan Bersama Kemendagri, OJK, PPATK, dan KPK, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: OJK Dorong Masyarakat Pahami Pasar Modal Sebelum Berinvestasi

Berdasarkan data OJK, kredit BPD mampu tumbuh positif di level 4,99 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan tumbuh 3,29 persen sepanjang 2020 (year to date/ytd).

Padahal kinerja bank nasional mengalami tekanan, khususnya dalam penyaluran kredit. Pertumbuhan kredit pada Oktober 2020 masih terkontraksi 0,47 persen (yoy) meski ada pencatatan kredit baru sebesar Rp 130,92 triliun. 

Sebab, pelunasan kredit dan hapus buku oleh perbankan lebih tinggi, untuk untuk memitigasi risiko kredit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kami apresiasi dan berikan applause untuk BPD, meski secara nasonal kredit rendah," ujar Wimboh.

Baca juga: Bos OJK Kurang Puas dengan Penurunan Bunga Kredit Bank

Dari segi likuiditas, BPD disebut tak terkendala karena menjadi pengelola keuangan daerah. Begitu pun dengan rasio kredit macet yang masih terjaga 3,09 persen.

"Jadi kami berterima kasih kepada seluruh Pemerintah Daerah dan terutama Pak Mendagri (Tito Karnavian) mempercayakan semua BPD untuk mengelola keuangan daerah," ucapnya.

Lebih lanjut Wimboh mengungkap, posisi BPD dari segi geografis sangat diuntungkan. Terlihat banyak ruang untul BPD tumbuh besar di masa depan.

"Kami harapkan BPD jadi motor penggerak ekonomi daerah, karena punya privilege luar biasa. Pemahaman ekonomi di daerah lebih bagus (dibanding nasional), network lebih bagus, tidak ada alasan BPD tidak lebih bagus dari bank lain," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.