Ombudsman: Penanganan Covid-19 Tak Jelas Siapa “Komandannya”, Semua Bertolak Belakang

Kompas.com - 21/12/2020, 16:22 WIB
Anggota Ombudsman RI Alvin Lie di Kantor Ombudsman RI, Rabu (28/8/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DAnggota Ombudsman RI Alvin Lie di Kantor Ombudsman RI, Rabu (28/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie mempertanyakan soal siapa sebenarnya “komandan” yang ditunjuk pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Sebab, dia menilai masing-masing menteri mengeluarkan kebijakan yang kerap berseberangan.

Penanganan Covid-19 ini pemerintah tak jelas, komandannya siapa sih, apakah Pak Doni atau Pak Luhut atau Pak Erick atau Pak Airlangga? Semua bikin kebijakan sendiri-sendiri yang bertolak belakang,” ujar Alvin dalam diskusi virtual, Senin (21/12/2020).

Baca juga: IHSG Menguat 1 Persen, Rupiah Justru Loyo

Selain permasalahan tersebut, Alvin juga menyoroti kebijakan yang diambil pemerintah.

Misalnya, dalam pemberian insentif transportasi udara dengan menanggung pajak bandara.

Kebijakan itu diambil dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi pesawat.

Namun, di sisi lain pemerintah juga membatasi pergerakan masyarakat di masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini dengan mewajibkan penumpang pesawat melakukan swab PCR atau rapid antigen.

“Ketika orang mulai berpergian, kemudian di-stop, ini stop, go, stop, go, enggak jelas jadinya bagaimana,” kata  Alvin.

Baca juga: Harga Cabai hingga Bawang Melonjak Jelang Akhir Tahun

Menurut dia, kebijakan yang tak konsisten akan berdampak bagi masyarakat dan pihak swasta.

“Seperti di Bali, setelah mulai balik, (karyawan) yang dirumahkan mulai kerja lagi, tiba-tiba stop lagi. Ini nasib manusia, saya khawatir arah kebijakan, saya rangkum arah kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid ke mana, apa yang diarahkan, kesehatan publik atau ekonominya. Karena tak jelas kadang ekonomi, kadang pada public health, akhirnya keduanya enggak dapet,” ungkap Alvin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X