Luhut Ajak Sandiaga Uno dan Trenggono Jaga Terumbu Karang di Indonesia

Kompas.com - 30/12/2020, 05:13 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Pulau Dewata Bali, Minggu (27/12/2020). Dokumentasi Humas KemenparekrafMenparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Pulau Dewata Bali, Minggu (27/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk mengelola kekayaan alam.

Salah satunya menjaga terumbu karang di Indonesia yang memiliki lebih dari 569 jenis karang. Hal itu kata Luhut menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan 76 persen spesies karang dunia dan 37 persen spesies ikan terumbu karang dunia.

"Saya mengajak Menteri KLHK Ibu Siti Nurbaya Bakar, dan secara khusus pula mengajak dua anggota tim baru saya yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pak Sandiaga Uno, dan Menteri KKP Pak Sakti Wahyu Trenggono untuk bekerja bersama-sama secara terintegrasi untuk mengelola kekayaan alam ini secara berkelanjutan dengan kesejahteraan penduduk pesisir sebagai fokusnya," katanya melalui keterangan Facebooknya, Selasa (29/12/2020).

"Kita harus dukung mereka melindungi kekayaan alam di halaman depan mereka demi kesejahteraan masyarakat pesisir yang bersentuhan langsung dengan laut Indonesia," sambung Luhut.

Baca juga: BPK: Anggaran Penanganan Covid-19 Capai Rp 1.035,25 Triliun

Menurut Luhut, berdasarkan sumber Badan Program Pembangunan PBB atau UNDP, sekitar 54 persen pasokan protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut. Indonesia sendiri memasok sekitar 10 persen komoditas kelautan global.

Sebanyak 2,8 juta rumah tangga di Indonesia terlibat langsung dalam industri komoditas kelautan. Tak hanya itu, lanjut Luhut, keanekaragaman hayati laut Indonesia juga mengundang kekaguman para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, terutama para wisatawan yang punya hobi menyelam.

"Para diver ini datang dari seluruh dunia berkunjung ke Indonesia untuk bisa melihat langsung kekayaan bawah laut Indonesia. Dua diantara lokasi menyelam terbaik di Indonesia ada di Komodo, NTT dan di Raja Ampat, Papua," ujarnya.

Menurut Luhut, keunggulan ekosistem laut Indonesia perlu dijaga dan dikelola sebaik-baiknya secara berkelanjutan. Sebab, laut dinilai aset terbesar dan paling berharga yang dimiliki Indonesia.

Mantan Menko Polhukam ini juga berharap agarsemua pihak bersama-sama mengawal program pemerintah, seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional Padat Karya Restorasi Terumbu Karang di Bali dan Program Rehabilitasi Mangrove 2021-2024.

Baca juga: Ganjil Genap Bisa Kurangi Kemacetan di Puncak...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X