Separuh Jabatan PNS Bisa Diganti Robot, Susi Pudjiastuti Khawatir...

Kompas.com - 18/01/2021, 20:32 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti berpose saat ditemui di Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti berpose saat ditemui di Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudiastuti mengaku khawatir peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa digantikan oleh robot saat teknologi semakin berkembang pesat.

Dia mengatakan, sebanyak 50 persen dari total PNS bisa saja digantikan perannya oleh teknologi dalam 10 tahun ke depan. Sebab fenomena pengurangan karyawan karena perannya digantikan teknologi telah terjadi setiap tahun.

"Saya khawatir tentang PNS, yang sebenarnya (PNS) bukan pekerjaan saya. Tapi 50 persen PNS dalam 10 tahun yang akan datang akan dikurangi (karena peran teknologi)," kata Susi saat berbincang bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Terjerat Kasus Suap, Pewaris Samsung Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Bukan hanya PNS, Susi mengaku khawatir akan banyak hal. Mulai dari dibangunnya ruko-ruko di wilayah Pangandaran yang mematikan warung kecil hingga kemampuan milenial menghadapi era disrupsi.

Susi mengaku, masih banyak edukasi yang tidak mendidik milenial lebih kreatif untuk menghadapi beragam tantangan. Milenial yang tidak terlatih ini akan mudah digeser oleh layanan teknologi.

"Digitalisasi itu banyak menghilangkan peran-peran manusia. (Digitalisasi) banyak menciptakan posisi kerja baru. Tapi apakah kita sudah mempersiapkan surplus demografi agar bisa diserap semua? Tidak," ungkap Susi.

Dia pun bercerita pengalamannya saat memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Saat itu Susi punya ide menggalakkan pensiun dini (golden handshake) untuk mengurangi jumlah pegawai yang terlalu gemuk.

Baca juga: Menaker Belum Terima Perintah Salurkan Subsidi Gaji Tahun Ini

Pegawai yang keluar akan digantikan oleh milenial. Milenial memang kerap diidentikkan dengan kreatifitas tanpa batas dan bisa beradaptasi dengan teknologi secara cepat.

Sayang, program tersebut boleh dibilang tidak berjalan lancar. Susi menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sempat marah karena ada pengurangan PNS dan mempertanyakan dari mana dana Rp 250 juta/orang bagi pensiunan dini didapatkan.

"DPR juga marah karena ada pengurangan, duitnya dari mana? Padahal secara organisasi, golden handsake akan menimbulkan keuntungan juga. No body willing to be bad guy to execute, I think," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Kepesertaan Prakerja Gelombang 26 Dicabut, Ini Cara Beli Pelatihan di Kemenaker

Sebelum Kepesertaan Prakerja Gelombang 26 Dicabut, Ini Cara Beli Pelatihan di Kemenaker

Whats New
Ramadhan dan Lebaran 2022, Lion Parcel Catatkan Peningkatan Pengiriman Paket 30 Persen dari Biasanya

Ramadhan dan Lebaran 2022, Lion Parcel Catatkan Peningkatan Pengiriman Paket 30 Persen dari Biasanya

Rilis
Pengamat Ekonomi: Perlu Transparansi dalam Penetapan Harga Jual Pertalite

Pengamat Ekonomi: Perlu Transparansi dalam Penetapan Harga Jual Pertalite

Rilis
Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan untuk D3-S1, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan untuk D3-S1, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

Work Smart
Industri Pertambangan Cerah, Ekspor April Tembus 27,32 Miliar Dollar AS

Industri Pertambangan Cerah, Ekspor April Tembus 27,32 Miliar Dollar AS

Whats New
Cara Ubah Data Kepesertaan BPJS Kesehatan lewat Whatsapp

Cara Ubah Data Kepesertaan BPJS Kesehatan lewat Whatsapp

Whats New
IHSG dan Rupiah Menghijau di Sesi I, Saham BBRI hingga GOTO Menguat

IHSG dan Rupiah Menghijau di Sesi I, Saham BBRI hingga GOTO Menguat

Spend Smart
Pemerintah Gulirkan Program Migor Rakyat Rp 14.000, Ini Tujuannya

Pemerintah Gulirkan Program Migor Rakyat Rp 14.000, Ini Tujuannya

Whats New
Perdagangan RI Surplus 7,56 Miliar Dollar AS Per April, BPS: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Perdagangan RI Surplus 7,56 Miliar Dollar AS Per April, BPS: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Hari Ini, DPR Gelar Rapat Evaluasi Berkala pada Moratorium Ekspor CPO

Hari Ini, DPR Gelar Rapat Evaluasi Berkala pada Moratorium Ekspor CPO

Whats New
Neraca Dagang RI Surplus 24 Bulan Berturut-turut

Neraca Dagang RI Surplus 24 Bulan Berturut-turut

Whats New
Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

Whats New
Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

Whats New
Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

Spend Smart
Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.